KALTIMPOST.ID-Di tengah pesatnya transformasi digital dan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan perangkat kerja ikut berubah. Laptop kini tidak lagi sekadar alat pendukung pekerjaan, tetapi berkembang menjadi pusat produktivitas yang mampu menjalankan berbagai fitur berbasis AI secara cepat dan efisien.
Melihat tren tersebut, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra, laptop bisnis premium yang dirancang untuk mendukung kebutuhan profesional modern. Perangkat ini menggabungkan performa tinggi, desain ringan, keamanan data, serta kemampuan AI dalam satu platform komputasi.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali teknologi komputasi terbaru dengan kombinasi CPU, GPU, dan Neural Processing Unit (NPU) untuk memproses beban kerja AI secara optimal. ASUS mengklaim sistem pendingin terbaru pada perangkat ini mampu menjaga performa CPU tetap stabil hingga 50W tanpa mengalami penurunan kinerja.
Baca Juga: Kinerja Daihatsu Tumbuh 11 Persen pada April 2026, Segmen LCGC dan Komersial Jadi Andalan
Dari sisi desain, laptop ini menggunakan material magnesium-aluminium kelas kedirgantaraan dengan bobot hanya 0,99 kilogram. Meski ringan, ASUS tetap menyematkan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan. Fitur pengisian cepat juga tersedia, di mana pengisian selama 15 menit disebut cukup untuk penggunaan hingga enam jam.
Untuk mendukung kebutuhan visual, ASUS menghadirkan layar sentuh 3K Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 1.400 nits dan refresh rate adaptif 30–120Hz. Teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan tampilan lebih tajam sekaligus tetap hemat daya.
Sektor grafis mengandalkan Intel Arc generasi terbaru yang menawarkan performa tinggi untuk kebutuhan multimedia dan produktivitas. Dukungan penyimpanan PCIe Gen5 x4 serta RAM berkecepatan tinggi juga membuat proses baca-tulis data lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Minus 3,69 Persen, Tambang dan Industri Jadi Beban Terbesar
ASUS turut menghadirkan fitur AI lokal melalui paket MyExpert. Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan transkripsi rapat, penerjemahan real-time, hingga pencarian dokumen langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan data dan mempercepat proses kerja.
Dari sisi keamanan, ExpertBook Ultra dibekali standar NIST SP 800-193 dengan fitur BIOS self-healing dan autentikasi biometrik ganda untuk mendukung kebutuhan bisnis dan korporasi.
Co-CEO ASUS, S.Y. Hsu, menyebut perangkat ini sebagai representasi masa depan laptop kerja berbasis AI. Menurutnya, ExpertBook Ultra dirancang untuk menghadirkan performa tinggi tanpa mengorbankan desain dan mobilitas.
Hal senada disampaikan perwakilan Intel Asia Pasifik, Simon Chan, yang menyoroti kemampuan NPU terbaru dengan performa AI hingga 50 TOPS. Teknologi tersebut memungkinkan aplikasi berbasis AI berjalan lebih efisien langsung di perangkat.
Sementara itu, pihak Microsoft melalui Lee Edgerton menekankan integrasi Copilot+ yang semakin memperkuat pengalaman AI pada laptop generasi baru.
Baca Juga: Prediksi Harga Emas Kamis 7 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Menguat
Brand Ambassador ASUS Indonesia, Gita Wirjawan, menilai perangkat ini cocok untuk profesional dengan mobilitas tinggi. Kombinasi desain premium, bobot ringan, dan performa tinggi disebut menjadi nilai utama bagi kalangan eksekutif modern.
Dengan spesifikasi kelas atas, integrasi AI lokal, serta fokus pada mobilitas dan keamanan, ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai standar baru laptop bisnis di era komputasi cerdas.
Editor : Thomas Priyandoko