KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penurunan tajam penjualan rumah di Balikpapan mendorong pengembang mengubah strategi bisnis. Fokus kini bergeser ke pembangunan rumah tipe kecil dan menengah yang dinilai lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat.
Survei Bank Indonesia Balikpapan menunjukkan penjualan rumah baru turun lebih dari separuh pada triwulan I 2026. Dari 162 unit pada tahun sebelumnya, penjualan menyusut menjadi hanya 72 unit.
Meski masih mendominasi pasar, rumah tipe kecil mengalami penurunan penjualan paling besar, yakni 66,97 persen. Pangsa pasarnya juga turun dari 67 persen menjadi 50 persen.
Menariknya, Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengungkap, meski jumlah penjualan turun, pangsa rumah tipe menengah meningkat dari 13 persen menjadi 24 persen. Sementara rumah tipe besar naik dari 20 persen menjadi 26 persen.
Baca Juga: Harga Rumah di Balikpapan Terus Naik, Penjualan Justru Anjlok Lebih dari 55 Persen
Sejumlah pengembang pun dikatakan mulai merancang strategi baru untuk mempertahankan pasar. "Pengembang berfokus menyediakan rumah tipe kecil dan menengah yang lebih terjangkau serta memperkuat strategi promosi dan inovasi desain bangunan," katanya.
Perubahan strategi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap harga rumah. Di tengah kenaikan biaya hidup, konsumen menjadi lebih selektif dalam mengambil keputusan pembelian.
Selain faktor harga, pengembang juga menghadapi tantangan lain berupa keterbatasan lahan, proses perizinan, kualitas kredit calon pembeli, hingga kenaikan suku bunga KPR.
Kondisi ini membuat sektor properti memasuki fase transformasi. Jika sebelumnya pengembang berlomba membangun rumah berukuran besar dengan margin tinggi, kini pasar menuntut produk yang lebih efisien, fungsional, dan terjangkau.
"Perubahan tersebut diperkirakan akan membentuk wajah baru pasar perumahan Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan," ungkap Robi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo