KALTIMPOST.ID, VANCOUVER – Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan Iran tetap tampil di FIFA World Cup 2026 dan akan memainkan pertandingan di United States.
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kamis (30/4/2026).
“Tentu Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Dan tentu Iran akan bermain di Amerika Serikat,” kata Infantino.
Baca Juga: Indonesia Tantang Korea di Semifinal Uber Cup 2026
Menurutnya, sepak bola harus menjadi alat pemersatu di tengah ketegangan politik internasional.
“Kita harus bersatu. Itu adalah tanggung jawab saya dan tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.
Delegasi Federasi Sepak Bola Iran, termasuk presidennya Mehdi Taj, seharusnya hadir di Kongres FIFA. Namun mereka dilaporkan kembali dari bandara Toronto setelah pemerintah Iran menyebut adanya perlakuan tidak dapat diterima dari otoritas imigrasi Kanada, meski membawa visa sah.
Pemerintah Kanada menyatakan keputusan masuk dilakukan per kasus. Kanada melarang individu yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps karena telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Ketidakhadiran Iran menambah sorotan terhadap Piala Dunia 2026 yang digelar lintas negara, yakni Canada, United States, dan Mexico.
Format baru 48 tim membuat perpindahan antarnegara akan lebih sering terjadi, sehingga urusan visa dan hubungan diplomatik diperkirakan menjadi tantangan besar.
Iran sendiri sudah lolos ke turnamen tersebut, namun sebelumnya meminta venue alternatif untuk laga yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat. FIFA menolak permintaan itu dan menegaskan jadwal tetap berjalan sesuai rencana.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyatakan tak keberatan pemain Iran tampil di Piala Dunia, tetapi orang-orang yang memiliki hubungan dengan IRGC tidak akan diizinkan masuk.
Di luar lokasi kongres, sekitar 30 demonstran membawa bendera Iran dan menyerukan perubahan rezim di negara tersebut.
Editor : Thomas Priyandoko