Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SPPG Pakai Skema Dapur Satelit untuk Wilayah Pesisir Bontang, Ini Teknisnya

Adhiel kundhara • Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:50 WIB

Khusus pelajar yang berada di pulau pesisir Bontang, akan mendapatkan program MBG dengan skema pemberian anggaran untuk dimasak oleh warga lokal. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Khusus pelajar yang berada di pulau pesisir Bontang, akan mendapatkan program MBG dengan skema pemberian anggaran untuk dimasak oleh warga lokal. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bontang akan menerapkan skema dapur satelit untuk menjangkau wilayah-wilayah pesisir dan terpencil. Meliputii SD 016, SD 015, SD 014 Bontang Selatan, serta SD 011 BU. Di empat satuan pendidikan tersebut hingga kini belum menerima program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Regional SPPG Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan rencana teknis pendistribusian makanan bagi penerima manfaat di daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat atau memerlukan penyeberangan laut. “Ke depan, akan ada dapur satelit, yaitu dapur khusus yang melayani penerima manfaat di daerah 3T,” kata Surya.

Skema dapur satelit ini memungkinkan proses memasak dilakukan langsung di wilayah sasaran, seperti di beberapa pulau pesisir Bontang Selatan. Menyesuaikan jumlah penerima manfaat di lokasi tersebut. “Misalnya di Tihi-Tihi ada 300 penerima manfaat, maka kita akan siapkan masak jumlah porsi tersebut di sana. Namun, anggaran tetap turun dari dapur pusat,” ucapnya.

Baca Juga: Wali Kota Bontang Hadiri Salat Subuh Berjamaah, Neni Galang Dukungan Gerakan Bersih Rumah Ibadah

Untuk memastikan mutu dan distribusi berjalan optimal, pemantauan tetap dilakukan oleh kepala SPPG di dapur pusat. Komunikasi harian dilakukan jarak jauh, sementara pemantauan langsung dilakukan secara berkala. “Pemantauan akan tetap menjadi tanggung jawab dapur pusat. Kepala SPPG akan melakukan kunjungan secara mingguan atau sesuai kebutuhan,” tutur dia.

SPPG juga berencana melibatkan warga lokal dalam pelaksanaan dapur satelit untuk memastikan efektivitas serta efisiensi distribusi bahan makanan dan tenaga kerja. Tiap porsinya pun tetap yakni Rp15 ribu.

“Kalau harus antar bahan dari kota ke lokasi terpencil tiap hari jelas tidak efektif. Maka nanti akan disesuaikan dengan bahan lokal, misalnya ikan atau makanan khas setempat, selama masih sesuai standar harga yang telah ditetapkan,” terangnya.

Skema dapur satelit ini saat ini masih dalam tahap finalisasi teknis dan penyusunan petunjuk pelaksanaan (juknis). Namun, SPPG menargetkan sistem ini dapat segera diterapkan guna memastikan seluruh anak penerima manfaat mendapatkan asupan gizi secara merata tanpa terhambat oleh lokasi geografis. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Dapur Satelit #program mbg #SPPG