Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Belum Beroperasi, RS Tipe D Bontang Direhab dan Dikembangkan dengan Anggaran Rp 46 Miliar

Adhiel kundhara • Minggu, 4 Januari 2026 | 20:27 WIB

Bangunan Rumah Sakit Tipe D di Gang Pencak Silat 5, Kelurahan Api-Api bakal direhab pada tahun ini menyesuaikan ketentuan terkait kelas rawat inap standar. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Bangunan Rumah Sakit Tipe D di Gang Pencak Silat 5, Kelurahan Api-Api bakal direhab pada tahun ini menyesuaikan ketentuan terkait kelas rawat inap standar. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Hingga awal 2026, bangunan Rumah Sakit Taman Sehat atau Tipe D di Kota Bontang belum difungsikan. Meski gedung utama sudah berdiri sejak 2020 lalu. Bahkan, Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menyiapkan anggaran sekitar Rp46 miliar untuk rehabilitasi dan pengembangan bangunan rumah sakit di tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe yang menyebut proyek ini akan menjadi paket besar pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan. Menurutnya anggaran Rp46 miliar tersebut tidak hanya difokuskan pada satu pekerjaan, melainkan mencakup renovasi gedung lama, pembangunan gedung baru, serta penyesuaian fasilitas sesuai standar terbaru rumah sakit.

“Anggarannya sekitar Rp46 miliar. Itu satu paket, lelang. Bukan cuma satu item, tapi banyak, termasuk renovasi gedung dan pembangunan fasilitas baru,” kata Mabe. Salah satu fokus utama adalah penyesuaian layout interior. Termasuk penyesuaian ruang fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, serta pembangunan instalasi kamar bedah yang sebelumnya belum tersedia.

Baca Juga: Kucuran Bankeu untuk Kota Bontang Susut, Terima 10 Persen dari Usulan

“Ruang rawat inap kita sesuaikan dengan standar KRIS. Instalasi kamar bedah juga kita lengkapi,” ucapnya. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan tangga ram yang wajib dimiliki rumah sakit untuk akses pasien dan evakuasi. Tak hanya itu, akan dilakukan integrasi tiga bangunan. Meliputi gedung rumah sakit, Labkesda, dan Public Service Centre (PSC), agar saling terhubung dan berfungsi sebagai satu kesatuan layanan.

“Bukan pakai jembatan, tapi celah antarbangunan kita satukan jadi ruang-ruang fungsional,” tutur dia. Untuk pelaksanaan, proyek ini akan dilakukan melalui proses lelang yang direncanakan dimulai pada awal tahun 2026. Mabe optimistis, meski prosesnya kompleks, pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Bachtiar berharap RS Tipe D Bontang dapat mulai beroperasi pada akhir 2026, bersamaan dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. “Pembangunan jalan, SDM juga kita siapkan bareng-bareng. Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa beroperasi,” pungkasnya. Diketahui, pembangunan RS Tipe D ini sudah dimulai sejak 2019 dengan anggaran awal Rp7,3 miliar, disusul Rp11,6 miliar pada 2020. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #rumah sakit tipe D