Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lelang Jembatan Guntung Bontang Ditarget Bulan Ini, Mobilisasi Warga Gunakan Bailey

Adhiel kundhara • Rabu, 4 Februari 2026 | 18:33 WIB

AKSES WARGA: Dinas PUPRK Bontang akan membangunkan jembatan permanen bagi warga Guntung melalui akses yang saat ini telah ada.
AKSES WARGA: Dinas PUPRK Bontang akan membangunkan jembatan permanen bagi warga Guntung melalui akses yang saat ini telah ada.
 

BONTANG - Proses lelang pembangunan Jembatan Guntung ditarget dapat dilaksanakan pada Februari ini. Selama proses pembangunan berlangsung, akses mobilitas warga dipastikan tetap berjalan dengan memanfaatkan jembatan Bailey yang sudah ada.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin mengatakan hingga saat ini proses lelang masih dalam tahap persiapan administrasi pengadaan barang dan jasa.

“Untuk Guntung belum lelang, tapi kita upayakan bulan ini sudah berjalan. Prosesnya memang harus sesuai mekanisme pengadaan, apakah lewat katalog elektronik atau lelang,” kata Anwar.

Ia menjelaskan jika penyedia tersedia di dalam katalog elektronik, maka proses pengadaan akan dilakukan melalui mini kompetisi, yang dinilai lebih singkat. Namun jika tidak tersedia, maka harus dilakukan lelang terbuka dengan durasi proses hingga 28 hari.

“Kalau lewat mini kompetisi, prosesnya bisa sekitar lima hari saja. Tapi kalau lelang, waktunya memang lebih lama,” ucapnya.

Anwar menegaskan selama pengerjaan jembatan permanen berlangsung, jembatan Bailey tetap difungsikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Penempatan jembatan baru dirancang berada di sisi samping jembatan Bailey.

“Jembatan Bailey tetap kita pertahankan di posisi semula. Jembatan baru dibangun di jalur yang lurus dengan akses jalan yang baru dibangun, supaya warga tetap bisa melintas selama pengerjaan,” tutur dia.

Secara teknis, jembatan yang akan dibangun memiliki lebar sekitar enam meter dengan panjang kurang lebih 20 meter. Struktur bawah jembatan akan menggunakan sistem pancang, sementara struktur atas memakai gelagar baja.

Menurut Anwar, desain jembatan mengacu pada standar jembatan yang telah dibangun sebelumnya, seperti di kawasan SMP 7. Pemkot Bontang memilih tidak melakukan inovasi desain berlebihan demi menjaga keamanan dan efisiensi anggaran.

“Kami tetap pakai standar Bina Marga. Kapasitas jembatan kita rancang mampu menahan beban hingga 30 ton. Kita tidak ingin membatasi hanya lima ton karena aktivitas warga dan kendaraan angkut di sekitar situ cukup tinggi,” terangnya.

Pembangunan jembatan ini akan dilakukan di jalur baru di samping Hotel Equator, yang menjadi penghubung antara Jalan Pupuk Raya dengan RT 14 Kelurahan Guntung. Proyek ini sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkot Bontang, setelah sebelumnya pembangunan jalan diselesaikan oleh PT Pupuk Kaltim melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah. Jalannya kemarin dibangun lewat TJSL perusahaan, sekarang jembatannya kita lanjutkan oleh pemerintah,” sebutnya.

Anwar menambahkan, rencana pembangunan Jembatan Guntung sejatinya telah digagas sejak 2021. Namun pelaksanaannya dilakukan bertahap, menunggu penyelesaian infrastruktur jalan pendukung.

Jika proses lelang dapat berjalan sesuai rencana dan kontrak dilakukan pada Februari, Pemkot Bontang berharap pembangunan jembatan sudah rampung pada Oktober atau November 2026, sehingga tidak melewati tahun anggaran.

“Kami berharap tidak sampai Desember. Kalau bisa selesai lebih cepat, tentu lebih baik,” pungkas Anwar.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Katalog elektronik #lelang #Guntung #jembatan bailey #pemkot bontang #bina marga