KALTIMPOST.ID, BONTANG–Kabar duka menyelimuti Bontang. Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming, meninggal dunia, Sabtu (4/4) malam setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Direktur RSUD Taman Husada dr Suhardi menjelaskan, almarhum sebelumnya dirujuk dari RS Amalia dan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 17.30 Wita dalam kondisi tidak stabil. “Kondisi tidak stabil, kemudian dilakukan upaya pertolongan emergency,” katanya.
Baca Juga: Green Force Bungkam Persita, Bernardo Tavares Ungkap Alasan Coret 2 Pemain Inti
Menurutnya, saat pertama kali tiba, kondisi Maming masih dalam keadaan sadar. Namun, tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi menunjukkan ketidakstabilan yang cukup serius. “Beliau masih sadar, dengan kondisi tensi, nadi, dan akral tidak stabil,” ucapnya.
Tim medis kemudian melakukan penanganan secara maksimal di ruang IGD. Setelah kondisi sempat menunjukkan perbaikan, pasien dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk perawatan lanjutan.
Baca Juga: Inflasi PPU Tahun 2026 Terkendali, Ade Rianto Sebut Ekonomi Relatif Stabil
Namun, kondisi kesehatan almarhum kembali mengalami penurunan. Berbagai upaya medis terus dilakukan tenaga kesehatan guna mempertahankan fungsi vital, termasuk pemberian terapi medikamentosa secara maksimal serta pemasangan alat bantu medis untuk mendukung kerja jantung dan paru-paru.
“Perawatan dilanjutkan di ICU tapi kondisi memburuk. Upaya medis sudah dilakukan, takdir Yang Maha Kuasa berkata lain,” jelasnya.
Kabar wafatnya Maming dengan cepat menyebar melalui pesan berantai WhatsApp dan dibenarkan sejumlah anggota DPRD Bontang. Salah satunya Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto. Dia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari rekan-rekannya yang berada di rumah sakit. “Dapat kabar dari teman-teman yang standby di sana,” ungkap Heri.
Baca Juga: Pengamanan Paskah di Bontang Diperketat, 58 Personel Disiagakan di Gereja
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum.
Pihak keluarga maupun DPRD Bontang juga masih belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. (*)
Editor : Dwi Restu A