Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antrean Truk Mengular di SPBU Tanjung Laut, Tembus Simpang Tiga Bukit Indah

Adhiel kundhara • Jumat, 24 April 2026 | 17:28 WIB
PANJANG: Antrean kendaraan truk di ruas Jalan Jenderal Soedirman hingga Ir H Juanda untuk mendapatkan bahan bakar jenis solar. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
ANTREAN PANJANG: Antrean kendaraan truk di ruas Jalan Jenderal Soedirman hingga Ir H Juanda untuk mendapatkan bahan bakar jenis solar. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Panorama antrean truk untuk mendapatkan bahan bakar jenis solar di SPBU Tanjung Laut sudah terjadi selama sepekan ini. Biasanya antrean hanya sampai simpang empat Lengkol. Kali ini memanjang hingga simpang tiga Bukit Indah. Tepatnya di depan Kantor Pelindo. 

Salah satu sopir yang ikut mengantre Harianto mengatakan, ia sudah berada di barisan sejak 10.00 Wita. Namun hingga dua jam kemudian kendaraannya belum masuk ke area SPBU. “Ini sudah terlalu lama antreannya. Apalagi dari sisi satunya juga panjang. Khususnya yang mengantre hingga simpang empat Masjid Al Hijrah,” kata Harianto. 

Biasanya, ia mengaku jika antrean panjang memilih untuk mendapatkan bahan bakar jenis dexlite. Tetapi saat ini harga dexlite mengalami kenaikan. Pemerintah pusat sebelumnya menaikkan harga BBM non subsidi. Bahan bakar jenis dexlite kini menjadi Rp24.150 dari Rp14.500 per liternya. 

“Kemungkinan itu sebabnya kendaraan yang dulunya pakai dexlite memilih mengantre ke solar. Utamanya yang memakai mesin kendaraan diesel,” ucapnya. 

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan kejadian ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Termasuk dengan skema penganturan antrean. Sebab tidak jarang kendaraan ini juga mendapat teguran dari pemilik usaha di sekitar kawasan SPBU. 

“Dulu ada pengaturan tetapi sekarang tidak tahu mengapa antreannya semakin panjang,” tutur dia. 

Sementara pemilik showroom motor bekas di Tanjung Laut Nur mengaku persoalan antrean ini sudah lama. Bahkan depan usahanya harus tertutup dengan kendaraan antrean bahan bakar. “Sudah capek mengeluh rasanya,” keluhnya. 

Akibatnya penutupan kendaraan antrean ini berimbas kepada usahanya. Mengingat jarak pandang calon konsumen pun terhalang kendaraan. “Orang mau datang saja sudah malas karena tidak bisa parkir,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#SPBU Tanjung Laut #antre bbm