Kesembilan objek wsiata tersebut dimulai dari Pusat Penangkaran Rusa Apiapi. Objek wisata ini terletak di Desa Apiapi, Kecamatan Waru. Tempat ini menawarkan pengalaman wisata edukasi dan interaksi dengan rusa-rusa yang menggemaskan.
Penangkaran rusa Apiapi ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembibitan dan Balai Inseminasi Buatan (UPTD BPIB), Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Lokasi objek wisata ini dapat ditempuh melalui jalur darat trans Kaltim-Kalsel yang berjarak sekira 32 kilometer dari ibu kota PPU, Penajam.
Pusat Penangkaran Rusa Apiapi ini sebenarnya dibangun bukan untuk tujuan wisata, tetapi bermula dari keprihatinan Gubernur Kaltim HM Ardans (alm) pada 1991, yang prihatin terhadap hewan ini dari perburuan liar yang tak terkendali, dan terancam punah.
Pengunjung ke objek ini disediakan selasar yang bisa dilewati untuk tempat memandang ke arah rusa-rusa yang sedang berada di alam bebas dalam hamparan lahan sekira 50 hektare, dan sebagiannya sedang berkumpul di dalam kandang. Pengunjung juga bisa mengambil latar belakang rusa-rusa itu untuk selfie, dan berkesempatan pula untuk memberi makan hewan ruminansia dilindungi itu dengan rumput-rumput yang tersedia.
Ada dua jenis rusa yang ada di sini, yaitu Rusa Sambar dan Rusa Timor. Di Pusat Penangkaran Rusa Apiapi ini pernah dijajaki pembuatan kapsul dari tanduk muda rusa yang dipercaya menjadi salah satu obat kuat pria dewasa. Namun, saat ini tidak terdengar lagi kabar kelanjutannya. Kembali kepada pengunjung, pada momen-momen tertentu, seperti hari-hari besar nasional dan keagamaan, pengunjung dikenakan tarif tanda masuk.
Baca Juga: KPK Ungkap Rita Widyasari Dapat Fee USD 5 Per Metrik Ton dari Perusahan Batubara
Belakangan, ada belasan rusa dari Pusat Penangkaran Rusa Apiapi ini yang diambil oleh Pemkab PPU, dan sejak 16 Februari 2024 resmi menghiasi kandang penangkaran di halaman belakang Kantor Bupati PPU di Jalan Propinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU. Rusa-rusa ini merupakan ikon daerah PPU yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata di kabupaten ini. Rusa-rusa tersebut dibuatkan satu tempat khusus dengan menempati halaman belakang kantor bupati berukuran panjang 100 meter persegi kali lebar 48 meter persegi.
Kandang rusa ini dikelilingi pagar pipa galvanis 93 buah masing-masing setinggi 3 meter. Pada pagar itu tampak kawat harmonika terpasang di antara pipa-pipa pancang tersebut. Di bagian tengah luas lahan tampak bangunan kandang utama rusa ukuran 6 kali 12 meter, dan di bagian belakang terdapat empat gazebo berukuran 2,5 meter kali 2,5 meter dengan atap seng.
Sementara itu, di luar pagar bagian depan kandang juga dibangun lima gazebo tinggi tiga meter dengan ukuran 2 kali 2 meter, untuk tempat wisatawan beristirahat. Tak hanya untuk wisatawan, penempatan rusa-rusa tersebut sejauh ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor tersebut.
Objek wisata berikutnya adalah Gua Tolu Liang terletak di Desa Labangka, Kecamatan Babulu. Gua ini menyajikan keindahan alam stalaktit dan stalakmit yang memukau. Bagi wisatawan yang suka dengan tantangan alam bisa mengunjungi objek wisata ini.
Berikutnya adalah objek wisata sawah Desa Gunung Mulia. Objek wisata ini menyajikan pemandangan sawah yang hijau dan asri di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, menjadi daya tarik wisata alam yang menyegarkan. Pengunjung bisa berteduh sejenak di atas bangunan-bangunan kecil yang disediakan sembari memesan makanan dan minuman yang berjualan di sisi lain jembatan di atas persawahan.
Tak kalah menarik objek wisata lainnya adalah Pantai Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam. Pantai dengan pasir putih dan air laut yang jernih ini cocok untuk berenang, berjemur, dan menikmati panorama laut yang indah. Di PPU, objek wisata ini dapat dikatakan sebagai objek wisata utama yang menyedot jumlah pengunjung ribuan orang, terutama mengisi libur Lebaran.
Kemudian, ada objek wisata Pulau Gusung, yaitu pulau kecil yang terletak di lepas pantai Penajam ini menawarkan wisata bahari dengan snorkeling, diving, dan keindahan bawah laut yang menakjubkan. Pengunjung dapat menyewa perahu bermesin dari Pantai Tanjung Jumlai untuk menuju Pulau Gusung. Di sana, pengunjung dapat menikmati keindahan Kota Balikpapan dan suasana laut.
Selain itu, ada dua pantai lain tempat wisata di Bumi Daya Taka PPU. Yaitu, Pantai Sipakario dan Pantai Amal. Pantai Sipakario terdapat di Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar dan cocok untuk wisata surfing bagi para pecinta adrenalin. Semula, di pantai ini direncanakan sebagai titik awal pemancangan dimulainya pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan.
Namun, hingga kini rencana tersebut belum terwujud. Tak hanya bisa menikmati berbagai sajian makanan dan minuman dari para pedagang, pengunjung juga dapat melihat keindahan Kota Balikpapan. Sementara, Pantai Istana Amal terletak di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, lebih modern karena dikelola oleh pihak swasta dan menerapkan tarif bagi pengunjung.
Keindahan pantai ini dilengkapi dengan adanya resort dan hotel yang menjadikan tempat ini ideal untuk berlibur dan bersantai.
Selain pantai, PPU juga menyediakan dua taman. Pertama, Taman Rozeline yang diapit oleh Mapolres dan Kantor Kejaksaan Negeri PPU di Jl Provinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam. Taman kota yang indah ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan wahana bermain, cocok untuk wisata keluarga dan rekreasi. Lagi pula, dibuka untuk umum dan gratis.
Taman ini selalu ramai dikunjungi warga setempat untuk bersantai. Taman ini memiliki fasilitas lengkap, seperti gazebo, taman bermain anak, kolam, dan kebun bunga.
Berikutnya, adalah Taman Alun-alun yang terletak di depan Kantor Bupati PPU di kawasan jalan yang sama tak jauh dari Taman Rozeline. Taman Alun-alun ini sekarang menjadi pusat keramaian kota Penajam ini menawarkan wisata kuliner, pusat perbelanjaan, dan tempat bersantai yang nyaman. Hampir tiap akhir pekan, pada Sabtu malam, diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya hiburan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Taman ini diharapkan jadi ikon baru dan sengaja dirancang salah satunya bagi pengunjung. Hal ini terlihat dari sejumlah fasilitas yang tersedia di dalamnya seperti bangku-bangku, fasilitas bermain anak, taman bunga, dan media untuk berfoto.
Taman yang merupakan ruang terbuka hijau itu dibangun dengan konsep semi modern, diperluas hingga 700 meter persegi dari perencanaan awal yang hanya 300 meter persegi. Anggaran pembangunan alun-alun ini Rp 24,586 miliar bersumber dana dari APBD PPU 2020.
Dengan sembilan destinasi wisata yang beragam ini, PPU siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Diharapkan pula sajian beragam objek wisata itu dapat menangguk pendapatan asli daerah (PAD) yang berimbas pula pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Editor : Uways Alqadrie