TENGGARONG – Kodam VI Mulawarman melalui Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) dan jajaran Kodim 0906 Kukar melakukan panen raya bersama gabungan kelompok tani (gapoktan) di Dusun Pulo Mas, Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (2/3).
Sawah seluas 200 hektare dari 742 hektare yang dikelola empat gapoktan di Desa Buana Jaya telah siap panen. Hal itu ditandai dengan pemotongan padi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik bersama Kepala Staf Korem (Kasrem) 091 ASN Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo, Dandim 0906 Kukar Letkol Czi Damai Adi Setiawan, Sekkab Kukar Sunggono, serta sejumlah kepala OPD Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar.
Dari 200 hektare tersebut, diperkirakan menghasilkan sekitar 1.000 ton beras dengan varietas padi infari dan mekongga. Akmal Malik mengungkapkan bahwa hal itu salah satu bentuk kontribusi nyata jajaran TNI bersama petani yang terus mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Atas nama pemerintah provinsi, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodam dan Pemkab Kukar yang menjawab secara cepat tantangan-tantangan saat ini,” ungkap Akmal.
Ia berharap dengan hasil produksi sekitar 1.000 ton beras tersebut, mampu menekan tingginya harga beras saat ini. Kasrem 091 ASN Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo menerangkan, kegiatan tersebut wujud nyata tugas pokok TNI, yakni turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut juga dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Pada rapim TNI-AD sudah ada perjanjian kerja sama antara KSAD dan menteri pertanian. Tentunya kami yang ada di satuan bawah akan menindaklanjuti,” terangnya.
Pada kesempatan itu, para petani melalui ketua Gapoktan Desa Buana Jaya juga menyampaikan aspirasi. Dia juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani kepada pemangku kepentingan. Salah satunya, persoalan ketersediaan air.
Diketahui, saat ini jajaran Kodim Kukar membangun sarana sumber air di 89 titik melalui program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB). Dandim 0906 Kukar Letkol Czi Damai Adi Setiawan menyatakan, jajarannya siap membantu pemerintah daerah menyelesaikan permasalahan para petani seperti masalah penyediaan air, normalisasi aliran air irigasi, hingga, jalan usaha tani.
“Ada beberapa wilayah siap panen, tentunya diharapkan bisa membantu menjaga kestabilan harga beras,” jelasnya.
Keberlanjutan panen ini, lanjut Damai, sangat penting karena sebentar lagi menghadapi musim kemarau. Jika tidak disikapi dengan baik, risikonya bisa gagal panen. “Ke depannya kita berupaya menjaga suplai air, agar tidak gagal panen,” urainya.
Pihaknya terus melanjutkan program yang telah berjalan, yakni program TMAB, jalan usaha tani, pembuatan kawasan tani terintegerasi di tiga kecamatan. “Seribu persen kami siap membantu dan siap berkolaborasi dengan pemkab dan petani,” tegasnya. (pms/*/put/kri/k16)
Editor : Sukri Sikki