TENGGARONG - Permasalahan pasca panen padi sawah menjadi atensi Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu solusi yang diberikan yaitu dengan menyalurkan bantuan lumbung padi, lantai jemur dan rice milling unit (RMU) bagi kelompok tani ataupun gabungan kelompok tani.
Pada 2024, Disketapang Kukar kembali mengalokasikan bantuan tersebut, sebagai upaya mengatasi persoalan pasca panen dan juga mendukung ketahanan pangan di Kukar.
Ada tiga unit lumbung padi, enam unit lantai jemur, dan dua unit RMU yang akan didistribusikan. Pembagian bantuan lantai jemur mencakup beberapa lokasi di antaranya Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Sebuntal di Marangkayu, Desa Handil Terusan di Anggana. Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja dan Sumber Sari, Loa Kulu.
Lumbung pangan akan didistribusikan di Desa Loa Duri Ulu di Loa Janan, Beringin Agung dan Samboja, dan Sidomulyo. Sedangkan Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang akan menerima paket lengkap yang mencakup lantai jemur, lumbung, dan RMU.
“Total alokasi anggaran mencapai sekitar Rp 6 miliar, dengan rincian Rp 3,6 miliar untuk lumbung, Rp 2,6 miliar untuk lantai jemur termasuk Rp 470 juta yang digunakan untuk RMU,” kata Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, Sabtu (16/3).
Menurut Sutikno, masalah yang sering muncul terkait hasil pasca panen adalah kurangnya fasilitas untuk penjemuran padi. Banyak petani yang terpaksa menjemur padi di jalan raya, yang berdampak pada penurunan kualitas dan bahkan kerusakan saat proses penggilingan.
“Oleh karena itu, pembangunan lantai jemur dianggap sebagai solusi yang sangat penting,” tuturnya.
Untuk tahun 2025, rencananya akan dialokasikan sekitar Rp 30 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang lebih lanjut dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hasil panen, serta mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh kurangnya fasilitas pasca panen,” jelasnya. (adv/far)