Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Bagi Seragam Batik, Dewan Pertanyakan Tidak Berdayakan Penjahit Lokal

Adhiel kundhara • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:49 WIB
Wakil Ketua DPRD Agus Haris (ist)
Wakil Ketua DPRD Agus Haris (ist)

KALTIMPOST.ID, Pemkot Bontang akan membagikan seragam batik sekolah kepada seluruh siswa di jenjang SD dan SMP. Baik itu sekolah swasta maupun negeri. Namun sayangnya, pengadaan ini tidak memberdayakan penjahit lokal.

Justru perusahaan asal Malang menjadi dipilih berdasarkan skema e-katalog. Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris menyayangkan kebijakan yang diambil pemkot. Pasalnya ini tidak sesuai dengan janji yang digaungkan kepala daerah.

“Ini mengapa justru mengambil perusahaan dari luar Bontang. Padahal kalau memberdayakan pengrajin lokal maka perputaran ekonomi juga di sini,” kata wakil rakyat yang akrab disapa AH.


Jika permasalahannya soal harga satuan, maka sebenarnya bisa ditambahkan saat pembahasan APBD tahun ini. Sebab program itu tentu perencanaannya mulai tahun lalu. Sehingga bisa dilakukan penambahan anggaran untuk pos tersebut.


Saat rapat banggar, memang disampaikan terkait pos anggaran ini. Tetapi secara teknis tidak dijelaskan. Politisi Partai Gerindra ini menganalogikan jika total seragam yang diproduksi 33.730 dibagi 15 kelurahan.

Kemudian tiap kelurahan ada 10 penjahit yang diberdayakan maka bisa menaikkan pendapatan penjahit lokal.
“Kalau jumlah penjahit tidak cukup maka sebelumnya harus diadakan pelatihan bersumber APBD. Sehingga akan muncul SDM baru yang mahir di bidang tersebut. Ini bisa menjadi peluang usaha mereka juga,” ucapnya.


Pengadaan seragam batik untuk siswa di Bontang saat ini masih berproses. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, pengadaan seragam batik menggunakan skema E-Katalog.


Hal itu mempertimbangkan anggaran yang ada. Sebab jika menggunakan penjahit lokal, tidak mencukupi. “Kami menggunakan E-Katalog nasional. Pemenangnya dari Malang,” katanya.


Desain yang digunakan berupa batik jaring khas Bontang. Seragam batik untuk siswa SD berwarna coklat, dan seragam siswa SMP berwarna coklat lebih muda. “Jadi desain yang ada dikirim ke penyedia. Saat ini sudah berproses,” ujarnya.


Sementara untuk pengadaan seragam sekolah nasional bagi siswa baru yakni kelas 1 SD dan 7 SMP masih memberdayakan penjahit lokal. Jumlah penjahit pun ditambah, untuk mempercepat proses pengerjaan. “Saat ini ada sekitar 200 penjahit yang dilibatkan,” sebut dia.


Disinggung mengenai waktu pelaksanaan distribusi, pihaknya belum dapat memastikan hal itu. “Belum tahu kalau itu (distribusi),” pungkasnya. (ak/waz)

Editor : Dwi Puspitarini