Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Odah Bekenyawa di Marangkayu Muara Badak Disulap Jadi Rest Area Modern, Ada Kopi Luwak hingga Camping Ground

Uways Alqadrie • Minggu, 13 Juli 2025 | 10:15 WIB

Gubernur Kaltim dan rombongan saat meninjau Rest Area PPM "Odah Bekenyawa" di Desa Prangat Baru, Dorong UMKM dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. (Foto: Pemprov Kaltim)
Gubernur Kaltim dan rombongan saat meninjau Rest Area PPM "Odah Bekenyawa" di Desa Prangat Baru, Dorong UMKM dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. (Foto: Pemprov Kaltim)
KALTIMPOST.ID, MARANGKAYU – Proyek rest area bernama “Odah Bekenyawa” di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara—tepatnya di Kilometer 59 jalur utama Samarinda–Bontang, mendapat perhatian khusus Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. 

Bukan sekadar mampir, Gubernur yang akrab disapa Harum ini meninjau langsung progres pembangunan rest area yang digagas Forum PPM Sektor Minerba Kaltim pada Sabtu 12 Juli 2025

 Menurutnya, lokasi ini punya potensi besar, bukan cuma sebagai tempat singgah, tapi juga bisa berkembang jadi pusat UMKM, wisata lokal, bahkan ruang rekreasi yang menyatu dengan alam.

Dalam kunjungannya, Gubernur Rudy Mas’ud—yang akrab disapa Harum—menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan rest area yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga diarahkan menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

“Letaknya strategis dan lingkungannya asri. Kalau dikelola serius, tempat ini bisa jadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus sarana promosi kekayaan lokal, termasuk produk unggulan seperti kopi luwak,” ujarnya.

Gubernur menyebutkan, meskipun bukan penikmat kopi, aroma kopi luwak dari Desa Prangat Baru cukup menarik perhatian. Ia bahkan menyarankan agar produk tersebut dijual secara eksklusif dengan harga premium, sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi desa.

Lebih jauh, Harum meminta agar pengelolaan rest area dilakukan secara profesional. Ia menekankan pentingnya menghadirkan fasilitas lengkap seperti tempat ibadah, toilet bersih, area parkir yang memadai, dan ruang makan yang nyaman.

Terkait pembiayaan, gubernur mendorong agar pendanaan tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD. Menurutnya, sinergi dengan perusahaan di sekitar lokasi lewat dana CSR, PNBP, dan program TJSL perlu dioptimalkan. 

Namun, ia mengingatkan pentingnya kejelasan legalitas dan perencanaan yang matang sebagai dasar penyaluran bantuan.

“Kalau tanahnya jelas, desain lengkap, dan pengelolaan siap, perusahaan pasti tertarik membantu,” tegas Harum, sembari menargetkan rest area dapat beroperasi sebelum HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.

Sementara itu, Ketua Forum PPM Sektor Minerba Kaltim, Muslim Gunawan, menjelaskan bahwa rest area “Odah Bekenyawa” mengusung konsep wisata edukatif dan pengembangan UMKM desa. Selain area istirahat, akan dibangun juga pusat kuliner tradisional, arena bermain anak, sarana ibadah, hingga camping ground.

“Pengelolaan UMKM akan didampingi oleh Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman selama satu tahun,” kata Muslim.

Ia menyebutkan, rest area ini dirancang menampung 50 hingga 100 kendaraan dan ditargetkan bisa diperluas menjadi satu hektare. Bangunan utama (Lamin) akan menjadi pusat aktivitas, termasuk ruang pengelola dan lapak UMKM.

Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp3,5 miliar, sekitar Rp1,5 miliar telah dikomitmenkan oleh perusahaan-perusahaan sekitar. Sisanya masih dalam proses penggalangan dukungan.

“Kami yakin, dengan kunjungan Pak Gubernur, lebih banyak pihak yang tergerak membantu mewujudkan rest area ini sebagai ikon ekonomi desa,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #Rest area Odah Bekenyawa di Marangkayu Kutai Kartanegara #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD #marangkayu kukar kaltim