KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergerakan impor Kalimantan Timur (Kaltim) pada Juli 2025 menunjukkan dinamika yang cukup kontras antara golongan barang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat barang konsumsi dan bahan baku/penolong justru mengalami kenaikan, sementara barang modal terjun bebas hampir setengahnya.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana mengungkapkan, impor barang konsumsi naik signifikan pada Juli 2025. “Menurut golongan penggunaan barang, pada Juli 2025 golongan barang konsumsi dan bahan baku/penolong mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Impor golongan barang konsumsi naik 39,02 persen sedangkan golongan barang bahan baku/penolong naik 14,22 persen. Sebaliknya, golongan barang modal mengalami penurunan 47,59 persen,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tren berbeda terlihat. Impor barang konsumsi justru anjlok tajam. “Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, peningkatan terjadi pada golongan barang bahan baku/penolong. Impor golongan tersebut mengalami peningkatan 8,02 persen. Sebaliknya, golongan barang konsumsi dan bahan baku/penolong mengalami penurunan masing-masing 66,67 persen dan 29,01 persen,” tambah Yusniar.
Berdasarkan data BPS, nilai impor Kaltim pada Juli 2025 tercatat sebesar USD373,93 juta. Angka itu naik 3,66 persen dibanding Juni 2025 yang sebesar USD360,71 juta. Sementara jika dibandingkan dengan Juli 2024, impor Kaltim naik 3,02 persen.
Dari total impor tersebut, barang bahan baku/penolong masih mendominasi dengan nilai USD340,98 juta pada Juli 2025. Disusul barang modal senilai USD32,38 juta dan barang konsumsi senilai USD0,57 juta. Tren tersebut konsisten jika dilihat dari akumulasi sepanjang Januari-Juli 2025.
“Dilihat dari peranannya selama periode Januari-Juli 2025, didominasi oleh golongan bahan baku/penolong sebesar USD2.514,33 juta (90,82 persen), diikuti oleh barang modal USD249,52 juta (9,01 persen), dan barang konsumsi USD4,62 juta (0,17 persen),” terang Yusniar.
Jika dibandingkan dengan periode Januari-Juli 2024, impor Kaltim secara total tumbuh 11,14 persen. Pada periode itu, bahan baku/penolong menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 13,19 persen.
Sebaliknya, barang konsumsi dan barang modal sama-sama terkoreksi. Barang konsumsi turun 70,08 persen dan barang modal turun 1,78 persen secara kumulatif. Kondisi itu menegaskan bahwa struktur impor Kaltim masih sangat bergantung pada barang bahan baku/penolong.
Kenaikan signifikan pada golongan tersebut diyakini berhubungan dengan kebutuhan industri migas maupun nonmigas yang menjadi sektor dominan di Kaltim. Meski barang konsumsi sempat meningkat dibanding bulan sebelumnya, kontribusinya tetap kecil dalam struktur impor Kaltim. Pangsa barang konsumsi hanya 0,17 persen dari total impor Januari-Juli 2025. (*)
Editor : Sukri Sikki