KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas ekonomi yang kian bergeliat kembali mendorong perputaran uang di Kalimantan Timur. Data Bank Indonesia menunjukkan sistem pembayaran di Bumi Etam masih melanjutkan tren pertumbuhan pada triwulan II 2025, meski sebagian indikator mengalami perlambatan.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto mengatakan perkembangan sejalan dengan makin kuatnya preferensi masyarakat pada layanan digital yang cepat dan efisien.
Dari sisi nominal, transaksi melalui infrastruktur Bank Indonesia menyentuh Rp 106,4 triliun, tumbuh 6,10 persen (yoy). Meski demikian, laju itu melambat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 16,48 persen (yoy) dengan nilai Rp 109,2 triliun.
Perlambatan juga tampak dari sisi volume transaksi, yang tumbuh 22,6 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan I 2025 yakni 58,55 persen (yoy). Budi menyebut pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh salah satu layanan unggulan BI.
“Pertumbuhan didorong oleh transaksi BI-FAST yang meningkat dari sisi nominal yaitu 14,83 persen (yoy), di tengah transaksi melalui SKNBI yang secara nominal mengalami kontraksi 16,14 persen (yoy)," jelasnya.
Layanan itu menguasai 55 persen nominal transaksi sistem pembayaran di wilayah tersebut. Bahkan dari sisi volume, kontribusinya mencapai 99 persen dari total transaksi.
Dengan tren ini, BI memandang adopsi pembayaran non-tunai di Kaltim semakin matang. Ke depan, infrastruktur sistem pembayaran dipastikan terus diperkuat agar mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan kebiasaan digital masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki