Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Anggaran Kaltim Menyusut, Bagaimana Nasib Program Jaga Ketahanan Pangan?

Bayu Rolles • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:44 WIB

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisya Yana.
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisya Yana.

KALTIMPOST.ID, APBD Kaltim 2026 ditetapkan jauh dari proyeksi awal. Angkanya menyusut menyisakan Rp15,15 triliun dan membuat porsi anggaran tiap OPD perlu disesuaikan. Program yang sudah disusun pun perlu disiangi. Ada yang ditunda, ada yang dikecilkan porsinya, atau benar-benar hilang dari daftar kerja tahun depan.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisya Yana, tak menampik jika melorotnya fiskal daerah ikut menyeret turun alokasi anggaran untuk sektor pangan dan hortikultura. Pemangkasan TKD memang berimbas luas ke tiap program yang dirancang setiap satuan kerja.

"Itu konsekuensi dari pemangkasan. Semua terdampak, " katanya. Soal berapa anggaran yang kini diplot untuk DPTPH, Yana enggak merinci. "Yang pasti masih ada ruang gerak. Program prioritas, gaji pegawai, dan operasional masih terjaga," lanjutnya.

Untuk menambal rencana kerja yang menyusut, DPTPH mencari program-program dari pusat yang bisa mendarat ke daerah. Terutama kegiatan yang bisa menjaga target ketahanan pangan Kaltim tetap sesuai rencana.

Cetak sawah seluas 20 ribu hektare, pembangunan laboratorium keamanan pangan, hingga penguatan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) jadi program nasional yang didapat Kaltim dan berjalan tahun depan. "Program rutin seperti pembinaan petani masih ada tahun depan," akunya. DPTPH dan OPD lain di lingkup Pemprov Kaltim, kata dia, didorong gubernur untuk berinovasi sehingga swasembada pangan di Kaltim bisa tetap jalan meski anggaran menyempit. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#APBD Kaltim 2026 #program ketahanan pangan