KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tekanan harga di Kalimantan Timur kembali menguat pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,76 persen, dengan Samarinda menjadi daerah dengan laju inflasi tertinggi.
Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, inflasi yoy Kaltim tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring naiknya harga di sebagian besar kelompok pengeluaran.
“Pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (yoy) Kaltim 3,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,84. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,86 pada Januari 2025,” kata Ariyanti.
Dia merinci, dari empat kabupaten/kota yang menjadi cakupan penghitungan IHK, seluruhnya mengalami inflasi tahunan. Samarinda mencatat inflasi tertinggi, sementara Penajam Paser Utara menjadi yang terendah. Sedangkan pada periode Desember 2025, Berau catat inflasi tertinggi.
“Inflasi yoy tertinggi terjadi di Samarinda sebesar 4,33 persen dengan IHK 109,82, sedangkan inflasi terendah terjadi di Penajam Paser Utara sebesar 2,75 persen dengan IHK sebesar 109,12,” ujarnya, Selasa (3/1).
Secara bulanan, tekanan harga relatif terkendali. BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 hanya sebesar 0,04 persen, demikian pula inflasi year to date (y-to-d) yang berada di level 0,04 persen.
Menurut Ariyanti, inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama, terutama kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. (*)
Editor : Sukri Sikki