KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja dana pensiun di Kalimantan sepanjang 2025 menunjukkan dinamika beragam. Di satu sisi, aset terus meningkat, namun di sisi lain penerimaan iuran mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.
Dijelaskan Koordinator OJK Wilayah Kalimantan Parjiman, total aset dana pensiun di Kalimantan mencapai Rp 3.48 miliar pada Oktober 2025. Meski demikian, secara tahunan total aset tercatat mengalami penurunan 2,75 persen secara ytd.
Pria yang karib disapa Jimmy itu menjelaskan bahwa pengawasan terhadap sektor IKNB, termasuk dana pensiun, terus dilakukan secara berkelanjutan. Dia menekankan pentingnya stabilitas sektor keuangan.
Dari sisi penerimaan iuran, data menunjukkan fluktuasi. "Pada Desember 2022, total penerimaan iuran tercatat Rp 120,73 miliar, meningkat menjadi Rp 147,96 miliar pada Desember 2023, kemudian turun menjadi Rp 124,68 miliar pada Desember 2024, dan kembali menurun menjadi Rp 96,41 miliar pada Oktober 2025," bebernya.
Meski demikian, total investasi dana pensiun masih tumbuh 2,26 persen secara ytd pada 2025. Hal itu menunjukkan upaya pengelola dana pensiun dalam mengoptimalkan pengelolaan aset di tengah tantangan penerimaan iuran.
Dia menilai, dinamika tersebut perlu dicermati secara hati-hati agar keberlanjutan program dana pensiun tetap terjaga, terutama dalam memenuhi kewajiban jangka panjang kepada peserta.
Penguatan tata kelola, strategi investasi yang prudent, serta peningkatan kepatuhan pemberi kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dana pensiun. (*)
Editor : Sukri Sikki