Sani Nurlaela Fitriansyah dan kawan-kawan dari Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Bandung telah meneliti “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah, Daun, dan Kulit Batang Limpasu (Baccaurea lanceolata) dari Kalimantan Selatan”.
Ia menyebutkan data empiris menunjukkan buah limpasu yang terdapat berlimpah dari Kalimantan Selatan, berpotensi untuk mengobati demam (karena infeksi), kesehatan kulit, dan antioksidan.
Studi Sani dan kawan-kawan dilakukan untuk mendapatkan data ilmiah kandungan kimia secara kualitatif dan potensi ekstrak limpasu sebagai antibakteri.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak etanol buah, daun, dan kulit batang limpasu memilik kandungan kimia golongan alkaloid, fenol, flavonoid, tanin, dan saponin.
Ekstrak etanol buah limpasu merupakan ekstrak yang paling aktif terhadap bakteri Gram positif (B. subtilis, S. aureus), bakteri Gram negative (P. aeruginosa, E. coli), dan bakteri penyebab jerawat, P. acnes dan S. epidermidis. Ekstrak etanol daun dan ekstrak etanol kulit batang limpasu relatif kurang aktif terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif.
Pohon limpasu mengutip dari academia.edu, tingginya mencapai 3 hingga 30 meter, dengan garis tengah 5-60 cm. Tumbuhan ini berumah 2, dengan batang berbanir. Pucuk muda berwarna hijau hingga abu-abu-kehijauan dan kecokelatan ketika kering, percabangannya berjenis terminal dan bersifat lemah.
Pepagannya abu-abu hingga kekuningan, ada juga putih-kehijauan saat masih segar. Pepagan abu-abu hingga cokelat pucat, abu-abu ketika kering, lembut, bersisik, kadang-kadang licin. Pepagan sebelah dalam berwarna cokelat pucat hingga putih, abu-abu, dan kuning. Hati kayu kekuningan agak kecokelatan. Bijinya menjorong.
Belum banyak kajian tentang manfaat pohon limpasu. Buah limpasu selain dapat dimakan langsung juga dapat diolah menjadi asinan.
Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan baik sebagai papan maupun tiang, meskipun mempunyai kualitas yang kurang baik. Masyarakat sebagian Kalimantan memanfaatkan ekstrak buah kalampesu atau limpasu sebagai pembeku karet alami.
Penelitian Mahani Lim (2011) dari Sekolah Sains Makanan dan Pemakanan Universitas Malaysia Sabah, “Komposisi Nutrisi dan Aktiviti Antioksidan Buah Limpasu untuk Bahagian Isi dan Kulit pada Tahap Kematangan yang Berbeza”, menyebutkan limpasu memiliki kandungan antioksidan (anti-radikal bebas) tinggi. Semakin matang, semakin berkurang vitamin C di dalamnya.
Buah tersebut juga mengandung karbohidrat tinggi. Di Kota Sampit dulu, limpasu kerap jadi sumber rasa masam pada makanan tradisional juhu ansem.
Selain itu masyarakat Kalimantan menggunakan limpasu sebagai obat meriang. Bagian ini direbus kemudian airnya digunakan untuk mandi.
Editor : Uways Alqadrie