Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Insomnia Bisa Mempercepat Penuaan Otak, Ini Kata Para Ahli

Alisha Indah Latifa • Selasa, 16 September 2025 | 11:41 WIB
Ilustrasi insomnia atau gangguan sulit tidur.
Ilustrasi insomnia atau gangguan sulit tidur.

KALTIMPOST.ID, Insomnia atau gangguan sulit tidur sering dianggap hal biasa. Banyak orang memilih mengabaikannya dengan alasan sibuk kerja, belajar, atau sekadar terbiasa tidur larut.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa insomnia tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga bisa mempercepat proses penuaan otak.

Apa Hubungan Insomnia dan Otak?

Tidur merupakan proses penting untuk memulihkan tubuh dan otak. Saat tidur nyenyak, otak melakukan “pembersihan” racun metabolik, memperkuat memori, dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Jika tidur terganggu, fungsi ini tidak berjalan optimal.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience (2018), orang dengan insomnia kronis menunjukkan perubahan pada struktur otak, terutama di bagian korteks prefrontal yang berperan dalam konsentrasi dan pengambilan keputusan. Perubahan ini mirip dengan yang terjadi pada otak orang yang menua lebih cepat.

Otak Menua Lebih Cepat

Penelitian oleh Dr. E. Jansen dari University of Oxford menemukan bahwa insomnia berkaitan dengan berkurangnya volume materi abu-abu di otak.

Materi abu-abu inilah yang mengatur fungsi kognitif seperti daya ingat, emosi, hingga kemampuan berpikir kritis.

Hasilnya, penderita insomnia berisiko mengalami gangguan kognitif lebih cepat dibanding orang dengan pola tidur sehat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Matthew Walker, pakar tidur dari University of California, Berkeley.

Dalam penelitiannya, kurang tidur berkepanjangan mempercepat proses neurodegeneratif yang biasanya baru terjadi di usia lanjut. “Kurang tidur kronis dapat membuat otak menua lebih cepat hingga beberapa tahun,” ujarnya.

Dampak Lain dari Insomnia

Selain mempercepat penuaan otak, insomnia juga memicu berbagai masalah kesehatan lain, seperti:

Apa yang Bisa Dilakukan?

Baca Juga: 5 Makanan Ekstrem dari Berbagai Negara: Dari Balut Filipina hingga Surströmming Swedia

Kabar baiknya, efek insomnia bisa dicegah jika ditangani sejak dini. Beberapa langkah sederhana yang disarankan oleh ahli tidur, antara lain:

Insomnia bukan sekadar gangguan tidur, tetapi juga masalah serius yang berdampak langsung pada kesehatan otak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengalami insomnia berisiko mengalami penuaan otak lebih cepat, bahkan rentan terhadap penyakit neurodegeneratif.

Karena itu, menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan atau olahraga. (*)

Editor : Almasrifah
#penuaan otak #penurunan daya ingat #gangguan tidur #insomnia #Pola tidur sehat