KALTIMPOST.ID-Merasa stres sesekali karena pekerjaan adalah hal yang normal. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak serius pada kesehatan, seperti kecemasan, tekanan darah tinggi, dan bahkan meningkatkan risiko serangan jantung.
Menurut Elissa Epel, seorang ahli stres dan penuaan serta penulis buku The Stress Prescription, stres kronis dapat mempercepat proses penuaan pada tingkat seluler.
Epel menjelaskan bahwa setiap sel memiliki telomer, yaitu “tutup pelindung” di ujung kromosom yang berfungsi menjaga DNA. Meskipun telomer menyusut seiring bertambahnya usia, stres kronis mempercepat penyusutan ini.
“Sel-sel kita merespons gaya hidup yang kita jalani. Stres kronis yang tidak dikelola selama bertahun-tahun akan mempercepat penuaan,” ujar Epel.
Kabar baiknya, kerusakan telomer akibat stres bisa diperbaiki. Epel menyarankan beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu sel-sel beristirahat, memperlambat penuaan, dan menjaga kesehatan.
Yaitu, pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, atau pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen Omega-3 atau mengikuti diet Mediterania.
Kemudian, waktu jeda dengan menyisihkan waktu lima menit setiap hari untuk meditasi atau sekadar berhenti sejenak.
Istirahat mendalam dengan lakukan yoga, latihan pernapasan, atau aktivitas lain yang membuat tubuh rileks.
Menurut Epel, “Perubahan kecil ini jauh lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang daripada perubahan besar yang sulit,” katanya. (*)
Editor : Almasrifah