KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Kanker usus besar, atau yang dikenal sebagai kanker kolorektal, kini tidak lagi eksklusif sebagai penyakit orang lanjut usia. Saat ini, terdapat lonjakan kasus yang signifikan di kalangan generasi muda, mulai dari Gen Z hingga Milenial.
Kanker kolorektal adalah jenis keganasan yang muncul pada jaringan usus besar (kolon) atau rektum. Penyakit ini umumnya bermula dari perkembangan gumpalan sel non-kanker kecil yang disebut polip di usus besar.
Studi ilmiah terbaru menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan harian yang dilakukan tanpa disadari dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap kanker ini, terutama pada usia yang lebih muda.
Baca Juga: Kombinasi Makanan Berbahaya, Hindari Mengonsumsi Mangga Bersamaan dengan Tiga Jenis Makanan Ini
Salah satu pemicu utamanya diyakini adalah tingginya konsumsi makanan ultra proses (ultra-processed food atau UPF).
Para ilmuwan saat ini menduga bahwa jenis makanan siap saji atau UPF yang diproduksi secara industri—yang mengandung serangkaian bahan tambahan dan zat kimia—berpotensi mendorong pembentukan pertumbuhan prakanker di usus besar, khususnya pada kelompok usia muda.
Baca Juga: Panduan Gizi Jantung Sehat, Memilih Ikan Terbaik untuk Mengendalikan Kolesterol Tinggi, Apa Saja?
Gejala Kanker Usus yang Perlu Dikenali
Kanker usus seringkali berkembang secara diam-diam tanpa menunjukkan gejala yang mencolok pada fase awal. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda peringatan dini sangatlah penting, meliputi Perubahan konsisten pada kebiasaan atau pola buang air besar.
Kemudian, ditemukannya darah dalam tinja (feses), munculnya kram atau rasa sakit pada perut yang berlangsung lama, penurunan berat badan yang terjadi tanpa alasan yang jelas, dan merasa sangat lelah atau mengalami kelelahan yang ekstrem.
Baca Juga: Kebiasaan Sederhana Ini Kunci Mengontrol Gula Darah Setelah Makan Malam
Jika salah satu atau beberapa gejala ini dialami, disarankan untuk segera mencari pemeriksaan medis guna mendeteksi kemungkinan kanker sejak dini.
Sebagai langkah pencegahan, para pakar kesehatan menganjurkan dilakukannya skrining kolonoskopi sebelum usia 40 tahun bagi individu yang memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga atau memiliki riwayat Sindrom Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome-IBS).(*)
Editor : Almasrifah