Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Enam Ciri Seseorang Terserang Subclade K, Varian Super Flu yang Sedang Mendunia

Ari Arief • Selasa, 30 Desember 2025 | 12:55 WIB

Ilustrasi anak sakit.
Ilustrasi anak sakit.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Dunia medis saat ini tengah menyoroti kemunculan varian flu baru yang dikenal dengan sebutan Subclade K.

Varian ini telah diidentifikasi sebagai penyebab dominan lonjakan kasus di beberapa negara, termasuk Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.

Menurut penjelasan pakar dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Amesh A. Adalja, Subclade K bukanlah jenis virus yang sepenuhnya baru, melainkan hasil mutasi dari virus Influenza A (H3N2) yang telah lama ada.

Varian ini mulai terdeteksi oleh para peneliti pada Juni 2025 dan menunjukkan pola penyebaran yang sangat masif dalam waktu singkat.

Tantangan utama dari varian ini adalah adanya perbedaan genetik antara virus yang menyebar dengan galur (strain) yang digunakan dalam vaksin flu saat ini.

Baca Juga: Bukan Hanya Telur, Inilah 12 Sumber Protein Tinggi untuk Tubuh Sehat

Dr. Adalja menyebutkan bahwa ketidaksesuaian ini meningkatkan peluang seseorang untuk tertular meski sudah divaksin.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Thomas Russo dari University at Buffalo menambahkan bahwa mutasi pada Subclade K tampaknya membuat virus ini lebih mudah menular dibandingkan versi sebelumnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Secara umum, gejala "Super Flu" ini mulai terasa sekitar 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Beberapa tanda klinis yang sering muncul meliputi Gangguan pernapasan (batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat). Kondisi fisik yang melemah (nyeri otot, sakit kepala hebat, dan kelelahan ekstrem).

Kelompok Berisiko Tinggi

Baca Juga: Panduan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Virus ini memberikan ancaman lebih serius bagi kelompok rentan, seperti Lansia. Individu dengan gangguan sistem imun (immunocompromised).

Orang dengan kondisi fisik yang kurang bugar. Pada kelompok ini, risiko komplikasi jauh lebih tinggi, termasuk potensi gangguan pembuluh darah hingga serangan jantung.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Meski efektivitasnya dalam mencegah penularan total berkurang akibat mutasi virus, vaksinasi influenza tetap sangat dianjurkan.

Dr. Russo menekankan bahwa vaksin tetap efektif dalam menekan risiko gejala berat dan mencegah pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain vaksin, berikut adalah langkah preventif tambahan penggunaan masker terutama saat berada di ruang tertutup yang ramai.

Pemeriksaan medis segera lakukan tes jika mengalami gejala. Hal ini penting karena gejala Subclade K sangat mirip dengan Covid-19, padahal keduanya memerlukan penanganan medis yang berbeda.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Super Flu #varian #Subclade K #flu