KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Bagi penyandang diabetes, memilih jenis nasi yang tepat adalah kunci utama dalam mengelola kesehatan.
Ahli gizi Karishmma Chawla menyarankan peralihan ke sumber karbohidrat dengan Indeks Glikemik (GI) yang rendah guna menghindari lonjakan gula darah yang berbahaya.
Sebagai informasi, Indeks Glikemik merupakan indikator seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Makanan dengan GI rendah dicerna secara perlahan oleh tubuh, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan kadar gula darah tetap terkendali.
Berikut adalah beberapa varietas beras yang direkomendasikan karena kandungan nutrisi dan angka GI-nya yang bersahabat.
Baca Juga: Hati-hati! Sehat Tanpa Rokok tapi Stroke karena Minuman Energi
Beras Hitam (GI 35–45) kaya akan antioksidan dan serat. Varietas ini efektif dalam menekan stres oksidatif, sebuah kondisi yang kerap menghantui penderita diabetes.
Beras Liar (GI 35–40) secara teknis merupakan benih dari tanaman rumput air. Beras ini tidak hanya menjaga kestabilan gula darah, tetapi juga memberikan efek kenyang yang lebih awet.
Beras Merah (GI 45–52) sumber protein dan serat yang baik. Kandungan di dalamnya membantu tubuh meningkatkan sensitivitas terhadap insulin serta mengurangi risiko peradangan.
Beras Basmati memiliki angka GI dalam kategori sedang. Jenis ini tetap menjadi opsi yang aman dan lezat selama porsinya dijaga dengan ketat.
Tips Konsumsi Sehat
Baca Juga: Bukan Hanya Telur, Inilah 12 Sumber Protein Tinggi untuk Tubuh Sehat
Meskipun jenis-jenis beras di atas lebih menyehatkan daripada beras putih biasa, Karishmma Chawla mengingatkan agar konsumen tidak lengah.
"Beras dengan indeks glikemik rendah memang mendukung diet diabetes, namun kuncinya tetap pada pengendalian porsi dan keseimbangan komposisi makanan lainnya," jelas Chawla.
Menggabungkan beras ini dengan sayuran hijau dan protein rendah lemak akan memberikan hasil yang jauh lebih optimal bagi keseimbangan glukosa dalam tubuh.(*)
Editor : Dwi Puspitarini