KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Rasa nyeri yang menusuk secara tiba-tiba pada area persendian, terutama di jempol kaki, pergelangan, atau lutut, merupakan ciri khas serangan asam urat (gout). Peradangan ini dipicu oleh tumpukan kristal asam urat yang gagal dibuang oleh tubuh.
Salah satu faktor utama yang mengontrol kadar asam urat dalam darah adalah pola makan. Zat bernama purin menjadi musuh utama, karena ketika tubuh memecah purin, hasil akhirnya adalah asam urat.
Agar aktivitas harian tidak terganggu oleh nyeri sendi, penting bagi masyarakat untuk mengenali dan membatasi konsumsi makanan berikut:
Jeroan dan Daging Merah
Baca Juga: Tiga Daerah Ini Jadi Tulang Punggung Produksi Beras Kaltim
Daging sapi, kambing, hingga babi memiliki kandungan protein tinggi namun juga kaya akan purin. Terlebih lagi bagian jeroan seperti hati, paru, dan lidah yang sangat rawan memicu kekambuhan.
Sebagai alternatif protein yang lebih aman, Anda bisa beralih ke daging ayam atau sumber nabati seperti tempe dan tahu.
Hidangan Laut (Seafood)
Meski lezat, jenis makanan laut seperti udang, kepiting, lobster, kerang, serta ikan sarden dan tuna merupakan sumber purin tinggi.
Jika ingin mengonsumsi hasil laut, pilihan yang cenderung lebih ramah bagi pengidap asam urat adalah ikan gindara atau belut laut.
Sayuran Tertentu: Bayam hingga Kembang Kol
Baca Juga: Puluhan Eks Karyawan PT KLJ Tuntut Hak, Nilai Tawaran Perusahaan Tak Sesuai
Tidak semua sayuran aman bagi penderita gout. Bayam, meski kaya zat besi, mengandung sekitar 51 gram purin per 100 gramnya.
Begitu pula dengan kembang kol, buncis yang tinggi fruktosa, serta jamur. Konsumsi sayuran ini sebaiknya dibatasi atau dikonsultasikan dengan ahli gizi.
Karbohidrat Olahan dan Roti
Roti putih, kue kering, dan berbagai olahan tepung dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Kondisi ini secara tidak langsung memperburuk metabolisme asam urat dalam tubuh.
Pemanis Fruktosa dan Madu
Madu sering dianggap sehat, namun bagi pengidap asam urat, kandungan fruktosanya yang tinggi perlu diwaspadai. Saat tubuh mengurai fruktosa, zat purin akan terlepas dan meningkatkan risiko serangan nyeri sendi.
Baca Juga: Netanyahu Diisukan Tewas, di Mana PM Israel setelah Serang Iran?
Alkohol dan Bir
Minuman beralkohol, khususnya bir, adalah pemicu ganda. Bir mengandung purin yang tinggi dan sekaligus menghambat proses pembuangan asam urat melalui urine. Bahkan, bir non-alkohol sekalipun tetap berisiko meningkatkan kadar asam urat hingga 4,4 persen.
Tips Sehat:
Selain menghindari pantangan, sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih guna membantu ginjal membuang kelebihan asam urat secara alami.
Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga ringan juga menjadi kunci agar sendi tetap fleksibel dan bebas nyeri. (*)
Editor : Almasrifah