KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Momen Iduladha selalu identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga dan limpahan hidangan berbahan dasar daging kurban.
Di balik kelezatannya, pola konsumsi yang tidak terkendali menyimpan risiko kesehatan tersembunyi. Jika tidak diantisipasi, alih-alih menikmati momen libur panjang dengan nyaman, Anda justru harus berurusan dengan kambuhnya sejumlah penyakit menahun.
Agar ibadah dan silaturahmi tetap berjalan prima, berikut adalah lima masalah kesehatan utama yang wajib diwaspadai selama perayaan Iduladha. Tips ini disarikan dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO:
1. Disfungsi Sistem Pencernaan
Menyantap daging merah dalam porsi besar secara berturut-turut akan memaksa lambung dan usus bekerja ekstra keras.
Baca Juga: Secangkir Kopi dan Suasana Hati, Benarkah Bisa Mengusir Depresi?
Karakteristik serat daging yang padat memerlukan waktu cerna lebih lama. Jika tidak diimbangi dengan asupan serat dari sayuran, bersiaplah menghadapi gejala tidak nyaman seperti perut begah, mual, sembelit akut, hingga memicu diare.
2. Lonjakan Kadar Kolesterol
Bukan rahasia lagi jika menu khas Lebaran di Indonesia kerap didominasi oleh penggunaan santan kental, minyak jenuh, dan jeroan.
Kombinasi ini merupakan pemicu utama meroketnya kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat di dalam darah, yang dalam jangka panjang memperberat kerja pembuluh darah.
3. Serangan Akut Asam Urat
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat gout atau asam urat, hidangan jeroan dan daging merah adalah "pantangan" utama.
Tingginya kandungan purin pada menu-menu tersebut dapat memicu kristalisasi asam urat di area persendian secara mendadak. Efeknya adalah rasa nyeri hebat dan pembengkakan, terutama pada sendi kaki.
4. Fluktuasi Tekanan Darah (Hipertensi)
Olahan daging, terutama kambing dan sapi yang diolah dengan kadar garam tinggi serta penyedap rasa, dapat memicu penyempitan pembuluh darah secara instan.
Bagi penyandang hipertensi, situasi ini sangat krusial karena berpotensi memicu sakit kepala hebat hingga risiko fatalitas lainnya akibat tekanan darah yang tak terkontrol.
5. Ancaman Dehidrasi Terselubung
Keasyikan berkumpul dan membantu prosesi penyembelihan kurban seringkali membuat kita abai terhadap konsumsi air putih.
Tubuh justru lebih banyak dipasok oleh minuman tinggi gula seperti es sirup atau soda. Padahal, metabolisme protein yang tinggi dari daging membutuhkan volume cairan yang cukup agar ginjal dapat bekerja optimal.
6. Panduan Diet Sehat Pasca-Kurban
Dinas Kesehatan dan pakar nutrisi menyarankan beberapa langkah preventif sederhana berikut demi menjaga kebugaran tubuh selama hari raya:
Terapkan Rumus Piring Makanku: Pastikan setengah porsi piring Anda diisi oleh sayuran segar dan buah-buahan sebagai penetralisir lemak.
Batasi Olahan Jeroan: Sebisa mungkin hindari bagian usus, babat, dan hati, serta batasi takaran konsumsi daging merah harian.
Disiplin Air Putih: Pastikan kecukupan cairan minimal 2 liter atau 8 gelas per hari untuk membantu peluruhan sisa metabolisme.
Baca Juga: Waspada! Dua Jenis Minuman Populer Ini Perlahan Picu Risiko Kanker
Substitusi Menu Pendamping: Kurangi penggunaan santan berlebih dan batasi konsumsi camilan manis setelah makan besar.
Tetap Aktif Bergerak: Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki selama 15–30 menit setelah makan, guna membantu proses pembakaran kalori.
Menjaga kesehatan di hari raya adalah bentuk rasa syukur. Dengan tubuh yang bugar, kekhusyukan ibadah kurban dan hangatnya kebersamaan keluarga akan terasa jauh lebih bermakna.(*)
Editor : Almasrifah