KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Menandai dimulainya masa bakti pengurus baru secara resmi, Ketua Tim Pengerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin melantik dan mengukuhkan TP PKK Kecamatan, Posyandu, dan Bunda Paud, di Balai Agung Aji Hulur Jejangkat, Kamis (2/3/2026).
Pelantikan pengurus baru ini dalam rangka memperkuat peran kelembagaan masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya di tingkat keluarga dan komunitas.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Sambut Paskah & Hari Buruh, Polres Kutai Barat dan Serikat Buruh Gelar Kerja Bakti Bersihkan Gereja
“Atas nama Pemkab Kutai Barat, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para pengurus yang telah dilantik, " ucapnya.
Menurutnya amanah ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar dalam membina keluarga dan masyarakat.
Bupati menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK, Bunda PAUD, dan Tim Pembina Posyandu sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan sinergi kelembagaan menjadi kunci utama. Seluruh organisasi harus mampu berkoordinasi dan menyatukan arah gerak hingga ke tingkat kampung.
Baca Juga: Solidaritas Lintas Agama Warnai Persiapan Halal Bihalal Kubar
Lebih lanjut, bupati minta optimalisasi peran PKK dalam menyentuh unit terkecil pembangunan, yaitu keluarga, termasuk upaya penurunan angka stunting dan peningkatan ekonomi kreatif keluarga melalui kelompok dasawisma.
Peran Bunda PAUD dinilai sangat penting dalam memastikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan merata, sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan Kutai Barat.
Kepada Tim Pembina Posyandu Frederick Edwin menegaskan bahwa posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan dasar masyarakat.
“Posyandu bukan sekadar tempat menimbang bayi, tetapi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Saya minta dilakukan pembinaan aktif hingga ke kampung-kampung,” tandasnya.
Bupati juga menekan pentingnya kerja sama tim yang solid dalam menjalankan program organisasi. Ketika amanah telah diemban, maka seluruh pengurus harus bekerja dalam tim yang solid, bersinergi, dan efektif agar setiap program dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu Ketua TP PKK Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, menyampaikan bahwa pelantikan ini mencakup tiga organisasi yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD.
"Ketiga organisasi tersebut merupakan lembaga kemasyarakatan non-profit yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat dengan prinsip kerja partisipatif, " jelasnya.
Maria menambahkan peran organisasi ini sangat strategis dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, mandiri, dan berkualitas, karena menyasar langsung unit terkecil dalam pembangunan, yaitu keluarga.
Pada kesempatan ini, Maria juga mendorong para ketua yang dilantik untuk memahami tugas dan fungsi organisasi, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi di semua tingkatan.
Ia menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kampung, serta perlunya dukungan dari pemerintah dan perangkat daerah dalam menunjang pelaksanaan program. (*)
Editor : Duito Susanto