SENDAWAR – Senyum sumringah kini terpancar dari wajah para pengguna jalan yang melintasi ruas Sp Damai-Keay. Akses penghubung antarkawasan yang sebelumnya dikeluhkan karena mengalami kerusakan parah kini berubah menjadi lebih mulus setelah dilakukan pengerjaan beton kaku (rigid pavement) dan pengaspalan.
Sebelumnya, ruas jalan tersebut menjadi momok bagi pengendara. Di sejumlah titik, badan jalan dipenuhi lubang yang tidak hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan. Warga bahkan kerap mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang ekstrem hingga membuat perjalanan terasa tidak nyaman.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Di beberapa kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan paling parah, seperti Sp Damai, Tanjakan Kinong, kawasan Jembatan GBU, hingga Tanjakan Pesikng, permukaan jalan sudah tertata rapi dan mulus. Perubahan ini memberikan kenyamanan berkendara yang telah lama dinantikan masyarakat.
Baca Juga: Sempat Berjuang Lawan Flu Sepekan, Shin Tae-yong Masuk RS
Dukungan positif pun mengalir dari masyarakat setempat dan para sopir yang setiap hari melintas. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu kelancaran aktivitas ekonomi serta mobilitas harian warga.
Salah seorang warga setempat, Yulius (45), mengaku bersyukur atas rampungnya perbaikan di sejumlah titik krusial tersebut. Menurutnya, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lebih lama dan melelahkan kini menjadi lebih cepat dan aman.
"Dulu kalau lewat sini rasanya mengocok perut karena jalannya jelek dan berlubang di mana-mana, apalagi kalau pas di Tanjakan Kinong atau Tanjakan Pesikng. Sekarang, puji Tuhan jalannya sudah mulus dengan beton dan aspal. Aktivitas kami jadi jauh lebih lancar," ujar Yulius saat ditemui di kawasan Sp Damai, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Persija vs Persebaya: Jadwal, Prediksi, dan Kondisi Tim
Senada dengan Yulius, pengemudi angkutan barang, Marten (38), juga merasakan dampak langsung dari perbaikan ruas jalan tersebut. Ia menyebut risiko kerusakan kendaraan yang kerap dialaminya kini jauh berkurang.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan pihak terkait atas perbaikan jalan ini. Kalau dulu lewat kawasan Jembatan GBU dan sekitarnya harus ekstra hati-hati supaya tidak merusak onderdil mobil. Sekarang sudah sangat nyaman dilewati," ungkap Marten.
Meski menyambut baik perubahan tersebut, masyarakat berharap program preservasi dan peningkatan jalan tidak berhenti sampai di sini. Warga berharap perbaikan infrastruktur segera dilanjutkan ke titik-titik lain yang belum tersentuh, demi pemerataan akses dan kelancaran transportasi di seluruh wilayah tersebut. (*)
Editor : Ery Supriyadi