Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024: Merayakan Tradisi dan Identitas di Pantai BSB Balikpapan

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Minggu, 1 September 2024 | 17:43 WIB
PROMOSI BUDAYA: Icha Jikustik tampil memukau dalam mini konser keroncong di acara Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024, Pantai BSB Balikpapan, Sabtu (31/8/2024).
PROMOSI BUDAYA: Icha Jikustik tampil memukau dalam mini konser keroncong di acara Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024, Pantai BSB Balikpapan, Sabtu (31/8/2024).

 

KALTIMPOST.ID, Pantai BSB Balikpapan menjadi saksi bisu transformasi malam yang tenang menjadi perayaan budaya yang penuh gairah pada Sabtu (31/8/2024).

Cahaya panggung yang memancar dari berbagai sudut mengiringi alunan musik dan tarian, menciptakan suasana magis yang menyatukan beragam lapisan masyarakat dalam gelaran Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024.

Ratusan penonton dari berbagai daerah, termasuk Samarinda, Bontang, Balikpapan, dan desa-desa terpencil di Kutai Kartanegara, hadir untuk merayakan kekayaan budaya Kutai.

Duduk bersantai di atas beanbag warna-warni, mereka disuguhkan dengan berbagai penampilan yang memukau, mulai dari Poetry Art Performance oleh Dedi Nala Arung hingga tarian tradisional dari Cahaya Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 Baca Juga: Pemerintah Brasil Memblokir Platform X di Tengah Konflik Hukum dengan Elon Musk

Pertunjukan dimulai dengan penampilan Dedi Nala Arung yang menyampaikan puisi-puisi mendalam, mengajak penonton untuk merenungkan pentingnya budaya dalam kehidupan.

“Budaya adalah cermin jiwa kita, tempat kita mengenal diri dan menghargai keberadaan kita sebagai bangsa,” ucap Dedi dengan penuh perasaan, meninggalkan kesan mendalam bagi yang mendengarnya.

Penampilan Cahaya Kedaton memukau penonton dengan tarian yang anggun, membawakan kisah sejarah dan tradisi Kutai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Belian Namang dari Suku Kutai Adat Lawas Kedang Ipil menambah kekhidmatan malam dengan tabuhan gendang yang dalam dan ritmis, menciptakan getaran yang terasa hingga ke tulang.

 Baca Juga: Dari Old Trafford ke Stamford Bridge: Chelsea Pinjam Jadon Sancho dari MU, Harapan Baru di Lini Serang The Blues

Suara gendang ini menghubungkan penonton dengan alam dan masa lalu, mengingatkan mereka akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap tradisi.

Malam semakin bergelora dengan penampilan musik dari Orkes Congkil Ratna Citra, dipimpin oleh Akbar Haka dan Icha Jikustik.

Lantunan musik yang mereka bawakan menyatu dengan suara ombak, menciptakan harmoni yang menggugah kenangan dan menghangatkan hati para penonton.

 Baca Juga: Liverpool Bersiap Hadapi Manchester United: Mohamed Salah Soroti Perubahan Taktik di Bawah Arend Arne Slot

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Farida, menegaskan pentingnya acara ini sebagai pengantar menuju perayaan Erau Adat Kutai yang akan digelar pada akhir September mendatang.

“Erau bukan hanya milik masyarakat Kutai, tetapi milik kita semua yang mencintai budaya dan tradisi,” ucap Farida dengan semangat, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam perayaan yang akan diwarnai dengan acara belimbur, tradisi yang selalu menjadi daya tarik utama.

Maria Ester, Sekretaris Disdikbud Kukar, menjelaskan bahwa Balikpapan dipilih sebagai lokasi awal acara ini karena posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Negara baru.

“Melalui acara ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya Kutai memiliki daya tarik yang luar biasa,” ujar Maria, berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana edukasi bagi generasi muda dan masyarakat luas.

 Baca Juga: Klasemen Liga Inggris 2024: Manchester City Tunjukkan Dominasinya dengan Kemenangan, Haaland Bersinar di Pekan Ketiga

Ahmad Taufik Hidayat, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekkab Kukar, dalam sambutannya, menekankan bahwa budaya adalah identitas yang harus dirawat dan diwariskan.

“Budaya kita adalah identitas kita. Tanpa budaya, kita akan kehilangan jati diri sebagai bangsa,” tegasnya, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelaku aktif dalam pelestarian budaya.

 Baca Juga: Rajin Ibadah tapi Mulut Tajam? Buya Yahya Ingatkan Risiko Jadi Ahli Neraka

Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024 malam itu bukan sekadar acara, tetapi perayaan yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya di tengah modernisasi.

Acara ini menjadi pengantar sempurna menuju perayaan Erau yang akan datang, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam semangat kebersamaan, melestarikan warisan leluhur, dan merayakan identitas sebagai bangsa Indonesia. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024 #Pantai BSB Balikpapan #mini konser keroncong #Icha Jikustik #Orkes Congkil Ratna Citra