KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Warga Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), harus bertahan tanpa aliran listrik selama 15 hari terakhir.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang selama ini menjadi satu-satunya sumber listrik desa itu rusak setelah tersambar petir saat hujan lebat.
PLTS komunal yang dibangun sejak 2018 tersebut selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik 112 kepala keluarga di desa wisata Pulau Miang. Kerusakan terjadi setelah sambaran petir menyebabkan salah satu komponen utama pembangkit tidak berfungsi.
Sekretaris Desa Pulau Miang Agus, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kerusakan PLTS terjadi sekitar dua pekan lalu dan langsung berdampak pada aktivitas warga.
“Sekitar 15 hari lalu PLTS itu rusak, informasinya karena petir,” ucapnya, saat dihubungi Selasa (20/1).
Menurut Agus, selama ini masyarakat Pulau Miang sepenuhnya bergantung pada PLTS komunal tersebut. Tidak ada sumber listrik lain, dan warga juga tidak dipungut biaya dalam pemanfaatannya karena dikelola secara swadaya.
Ia mengungkapkan, sejak listrik padam, berbagai keluhan muncul dari masyarakat. Aktivitas rumah tangga hingga kebutuhan penerangan malam hari menjadi terganggu.
PLTS komunal Pulau Miang memiliki kapasitas 50 kWp dan merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat bersama pemerintah desa.
Saat ini, pemerintah desa bersama warga masih melakukan pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan. Dari hasil awal pemeriksaan, terdapat satu komponen yang harus diganti akibat sambaran petir.
“Dari pihak pertama yang merakit PLTS menyampaikan ada alat yang harus diganti. Barang itu harus dibeli dari luar negeri infonya,” ungkapnya.
Agus mengatakan, keterbatasan kemampuan desa membuat proses perbaikan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Karena itu, pihak desa telah meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar perbaikan PLTS dapat segera dilakukan.
“Semoga bisa kembali bagus lagi lah PLTS ini, soalnya masyarakat susah mendapatkan akses listrik kalau ini kelamaan rusak,” katanya. (*)
Editor : Ismet Rifani