Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lom Plai Masuk Deretan Karisma Event Nusantara Setelah Setahun Absen  

Jufriadi • Minggu, 1 Februari 2026 | 12:51 WIB

 

Festival adat dan budaya Lom Plai milik masyarakat Dayak Wehea di Muara Wahau, Kutai Timur.
Festival adat dan budaya Lom Plai milik masyarakat Dayak Wehea di Muara Wahau, Kutai Timur.
 

 

SANGATTA – Festival adat dan budaya Lom Plai milik masyarakat Dayak Wehea di Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) kembali memperoleh tempat dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Penetapan ini menandai kembalinya festival tersebut ke agenda nasional setelah sempat tidak terdaftar pada tahun sebelumnya.

Kabar itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Akhmad Rifanie, yang menyebut keputusan baru tersebut menjadi momentum penting bagi daerah.

Ia menegaskan masuknya Lom Plai dalam program nasional membuka peluang lebih besar bagi Kutim untuk memperkenalkan sektor pariwisatanya. “Baru beberapa hari lalu diumumkan, Lom Plai kembali lolos dalam agenda KEN, setelah tahun lalu terlepas,” ujar Rifanie.

Keputusan tersebut tertuang dalam SK Menteri Pariwisata RI Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026, yang juga menetapkan Balikpapan Fest dan Erau Kutai sebagai event unggulan dari Kalimantan Timur.

Rifanie menilai pengakuan tersebut dapat memberi dampak ekonomi positif. Ia menyebut kunjungan wisatawan berpotensi meningkat seiring meluasnya publikasi festival di tingkat nasional.

Menurut dia, upaya untuk memasukkan kembali Lom Plai telah dilakukan sejak akhir 2025, salah satunya melalui penyampaian presentasi mengenai latar budaya Dayak Wehea.

“Di tempat ini kebudayaan tidak dipamerkan sebagai artefak baeku, melainkan dihidupi sebagai nafas keseharian. Ini salah satu keunikan Festival Lom Plai,” katanya.

Dari sisi penyelenggara adat, koordinator panitia Yuliana Wetuq menyampaikan bahwa masyarakat Wehea sudah mulai melakukan persiapan sejak awal tahun. Gelaran Lom Plai dijadwalkan berlangsung 23 Maret hingga 24 April 2026, dengan melibatkan seluruh kampung di wilayah Wehea.

“Kalau kabarnya sudah masuk KEN, kami upayakan untuk agenda tahun ini bakal lebih meriah dari tahun lalu,” ucapnya.

Ia menambahkan, panitia berharap dukungan tambahan dari pemerintah daerah maupun perusahaan swasta agar rangkaian adat tahunan tersebut dapat terselenggara lebih maksimal. (*)

Editor : Sukri Sikki
#KEN 2026 #Muara wahau #kutai timur #festival