Antisipasi Pengetap, 8 Stasiun Pengisian BBM di Sangatta Diawasi Polisi

Jufriadi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB
Polisi mengecek aktivitas pengisian BBM di salah satu stasiun pengisian BBM di Sangatta untuk mengantisipasi pengetapan. (IST)
Polisi mengecek aktivitas pengisian BBM di salah satu stasiun pengisian BBM di Sangatta untuk mengantisipasi pengetapan. (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi perhatian di sejumlah SPBU di Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Kondisi itu ikut dipantau Polsek Sangatta Utara melalui pengecekan rutin ke SPBU, APMS dan Pertashop.

Dalam pengecekan terakhir Selasa (15/9), polisi menyambangi delapan titik di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Hasilnya, belum ditemukan indikasi kecurangan dalam niaga BBM.

Baca Juga: DPRD Paser Minta Penyaluran BBM Subsidi Diperketat dan Tertibkan Pengetap  

Namun, polisi tetap mengantisipasi pengetapan atau pengisian BBM secara berulang yang berpotensi memperpanjang antrean dan mengganggu distribusi kepada konsumen.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, pengecekan dilakukan untuk melihat langsung kondisi stok dan pelayanan di lapangan.

“Dari hasil monitoring dan pengecekan di lapangan, belum ditemukan adanya kecurangan dalam niaga BBM. Kami juga memastikan ketersediaan BBM dan mengimbau petugas SPBU agar melayani masyarakat sesuai ketentuan,” ujar AKP Bambang, Rabu (16/9).

Baca Juga: Satpol PP Paser Bersiap Tertibkan Penjualan BBM Pom Mini Tak Berizin

Delapan titik yang diperiksa yakni SPBU PT Tunas Keluarga Mandiri, SPBU PT Hasnawi Sejahtera, SPBU PT Sehati Sangatta, SPBU PT Sunandar Jaya Mandiri, APMS Sehati Sangatta, APMS PT Hasnawi Sejahtera, APMS CV Berkah Alam Borneo serta SPBU PT Sehati Kutim.

Dari pengecekan tersebut, stok BBM di setiap lokasi tidak sama. Sejumlah SPBU masih memiliki Pertalite, Pertamax, Bio Solar, Dexlite dan Pertamax Turbo. Namun, ada jenis BBM tertentu yang persediaannya terbatas. Salah satu lokasi sempat tercatat memiliki sisa Pertalite 801 liter sebelum akhirnya habis.

Kondisi stok itu berpotensi membuat antrean semakin panjang, terutama ketika konsumen beralih ke BBM yang masih tersedia. Karena itu, polisi melakukan pemantauan terhadap jalur pengisian untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.

“Diperkirakan sebagian masyarakat akan beralih menggunakan Pertalite. Karena itu, kami mengantisipasi kemungkinan terjadinya antrean pada jalur pengisian Pertalite dengan melakukan pemantauan dan pengaturan secara optimal,” jelasnya.

Baca Juga: Fraksi ADB Soroti Penyertaan Modal Bankaltimtara, DPRD Bontang Diminta Bentuk Pansus  

Di tengah kondisi tersebut, praktik pengetapan menjadi salah satu hal yang diawasi. Pengisian secara berulang dinilai dapat membuat konsumen lain harus menunggu lebih lama.

“Kami mengingatkan petugas SPBU agar pengisian BBM kepada konsumen dilakukan sesuai aturan dan tidak memberikan kesempatan untuk pengisian berulang-ulang atau pengetapan,” tegasnya.

Dalam pengecekan terakhir, harga Pertamax tercatat Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, sebagian pasokan BBM masih menunggu proses persetujuan pengiriman dari pihak Pertamina. Polisi juga terus memantau kedatangan pasokan untuk melihat dampaknya terhadap ketersediaan BBM dan antrean di lapangan.

AKP Bambang mengatakan pengecekan akan tetap dilakukan secara rutin. Pengawasan diarahkan pada stok, antrean dan pola pengisian untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam distribusi BBM, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
spbu kutai timur sangatta polisi bbm subsidi