Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Liburan Murah Ala Backpacker, Setelah Sulawesi Selatan Rencananya ke Banda Neira

Dwi Restu Amrullah • Minggu, 12 Mei 2024 | 11:01 WIB
MENGESANKAN: Perjalanan dengan waktu kurang dari sepekan, menembus batas hingga ke Sulawesi Selatan. Liburan tipis-tipis itu tak mengeluarkan bujet banyak. Perjalanan selanjutnya Banda Neira, Maluku.
MENGESANKAN: Perjalanan dengan waktu kurang dari sepekan, menembus batas hingga ke Sulawesi Selatan. Liburan tipis-tipis itu tak mengeluarkan bujet banyak. Perjalanan selanjutnya Banda Neira, Maluku.

 

 

Hanya ada waktu sepekan menikmati libur. Sepakat menjajal tanah Sulawesi Selatan (Sulsel). Persiapannya tak banyak. Namun, dasarnya suka dengan alam, perjalanan ala backpacker jadi tanda bahwa perjalanan itu tak memakan banyak biaya.

MENYEBERANGI Selat Makassar, dan tiba di Parepare, Sulsel. Perjalanan panjang di sana begitu panjang.
Setelah beres melapor di kepolisian setempat dan mengurus dokumentasi surat perjalanan, tarikan gas dua motor matic mengarah ke Toraja. Kawasan pegunungan. Dengan menyempatkan istirahat di Bukit Nona, daerah Enrekang, kabupaten yang berdekatan dengan Toraja. Sejatinya, tak banyak perbedaan dengan di Kaltim. Namun, perjalanan lintas kota ke arah pegunungan jalur “berkelok-kelok”. “Belum selesai tikungan sudah ketemu tikungan. Ditambah kendaraan-kendaraan besar. Adrenalinnya sih nambah. Kalau kondisinya beda tipis lah. Lebar jalannya, kondisi aspalnya, tambal sulam juga,” ujar Fadhil.
Dia memang sangat antusias. Sebab, sedari awal ide liburan tipis-tipis itu dia getol membahasnya. Salah satu motor yang dipakai juga miliknya. “Itu backpacker keren sih. Bisa ngerasain ratusan kilometer jalanan di sana dan lihat langsung tempat-tempat liburan. Jujur, bujetnya habis maksimal sekitar Rp 1,7 juta. Itu sudah lengkap BBM motor. Kami nginap di tenda, terus mengarah ke kota bermalam di kediaman teman sesama pendukung sepak bola di Makassar. Kalau makanan sejatinya enggak jauh beda juga,” sambungnya.
Dari Toraja menuju “ujung kaki” Sulsel, tepatnya di Bira, di sana sudah ada yang menyambut. “Rekan juga anak pecinta alam. Jadi benar-benar enggak sulit sih selama perjalanan. Yang sulit itu jalan teputar, wajar kan enggak tahu daerah sana, jadi andalkan maps,” imbuhnya.
Jika ada waktu, lanjut dia, perjalanan arah ke timur membuka lebar rencana backpacker ke depannya. “Walau agak sulit ya, karena sudah ada yang berumah tangga, tapi masih ada rencana (perjalanan) itu. Kalau ke arah timur mungkin sekitar NTT, NTB, atau Maluku. Tapi ingin ke Banda Neira. Kata orang ya, jangan mati sebelum ke Banda Neira. Dan memang sih, agak mahal. Tapi yakin, harga itu akan terbayarkan dengan keindahannya,” bebernya.
Pemuda yang akrab disapa Adil itu begitu merindukan perjalanan murah yang mengesankan. “Sederhana sih, dapat cerita, momen kedekatan, waktu bersama, dan menggambarkan siapa diri ini sebenarnya,” kuncinya. (dra/k16)

Editor : Dwi Restu A