KALTIMPOST.ID, Pemanis sintetis atau pemanis buatan merupakan bahan tambahan pangan (BTP) berupa zat yang ditambahkan ke dalam makanan maupun minuman yang kita konsumsi untuk memperkuat rasa manis.
Bahan pemanis sintetis dibuat dari bahan kimia melalui proses yang dirancang untuk meniru rasa manis gula dengan kalori minimal atau tanpa kalori sama sekali.
Beberapa pemanis buatan memiliki aftertaste yang tidak disukai oleh beberapa orang. Ada kekhawatiran tentang potensi efek jangka panjang, seperti sakit kepala atau gangguan pencernaan pada beberapa individu meskipun disetujui oleh badan pengawas kesehatan.
Berikut ada 7 jenis pemanis sintetis atau pemanis buatan yang biasa digunakan, yaitu:
- Sakarin
Sakarin adalah pemanis buatan dengan bentuk seperti bubuk kristal putih yang terbuat dari o-toluene sulfonamide atau phthalic anhydride tidak mengandung kalori dan cenderung aman bagi penderita diabetes.
Sakarin memiliki rasa sekitar 300-400 kali lebih manis daripada gula (sukrosa), sehingga hanya sedikit yang diperlukan untuk memberikan rasa manis yang diinginkan.
Penggunaan sakarin dengan jumlah banyak dapat meninggalkan aftertaste yang pahit atau metalik pada beberapa orang.
Sakarin sangat stabil pada suhu tinggi dan dalam berbagai kondisi pH, sehingga cocok untuk digunakan dalam memasak, memanggang, dan berbagai aplikasi industri lainnya. Sakarin relatif murah untuk diproduksi, membuatnya menjadi pilihan ekonomis bagi produsen makanan dan minuman.
Produk makanan dan minuman yang terdapat bahan sakarin adalah minuman ringan, permen, produk susu, dan makanan kaleng.
- Aspartam
Aspartam merupakan jenis pemanis buatan yang umum digunakan untuk makanan dan minuman siap saji. Memiliki rasa yang sangat mirip dengan gula dengan kekuatan rasa sekitar 60-220 kali lebih manis daripada gula dan tidak menimbulkan rasa pahit.
Mengandung sedikit kalori, tetapi jumlah yang digunakan sangat kecil sehingga kalori yang dikonsumsi hampir tidak signifikan. Aspartam mudah rusak bila terkena suhu tinggi.
Metabolisme aspartam dalam tubuh juga meninggalkan zat yang disebut fenilalanin. Zat ini dapat bersifat racun bagi orang yang menderita fenilketonuria (PKU).
Aspartam sering ditemukan dalam minuman ringan, permen karet, yogurt, dan produk makanan yang tidak memerlukan pemanasan tinggi.
- Siklamat
Siklamat adalah pemanis buatan yang sering digunakan sebagai pengganti gula karena kemampuannya memberikan rasa manis dengan sedikit atau tanpa kalori.
Siklamat memiliki rasa sekitar 30-50 kali lebih manis daripada gula. Namun, biasanya digunakan dalam kombinasi dengan pemanis buatan lainnya seperti sakarin untuk meningkatkan kemanisan dan mengurangi aftertaste.
Siklamat mempunyai keunggulan dibandingkan jenis pemanis buatan lainnya. Bahan tambahan pangan ini lebih tahan panas dibandingkan aspartam, mudah larut dalam air, dan tidak meninggalkan rasa pahit sekuat sakarin.
Siklamat sering digunakan dalam minuman ringan, produk susu, permen, makanan penutup, dan beberapa produk obat-obatan. Karena sifatnya yang lebih murah dibandingkan dengan pemanis lainnya, siklamat sering digunakan dalam produk-produk komersial.
Baca Juga: Pahami Lebih Dalam tentang Kelebihan dan Kekurangan Pemanis Buatan yang Populer di Masyarakat
- Sorbitol
Tidak sama seperti jenis pemanis buatan lain, dalam hal ini sorbitol adalah salah satu jenis karbohidrat.
Zat pemanis buatan ini punya nama lain, yaitu D-sorbitol yang tidak sekadar menambahkan rasa manis, akan tetapi juga bisa menjaga level kelembapan makanan dan menghasilkan tekstur yang diinginkan.
Jenis gula alkohol ini secara umum tergolong sebagai pemanis buatan yang aman. Meski demikian, konsumsi sorbitol dalam jumlah besar mungkin bisa menyebabkan kembung, diare, dan sakit perut pada orang-orang yang tidak biasa mengonsumsinya.
- Kalium Asesulfam
Acesulfame potassium/kalium asesulfam alias Ace-K termasuk jenis pemanis buatan rendah kalori yang biasanya ditambahkan ke dalam produk bebas gula.
Pemanis berbentuk bubuk kristal putih ini 200 kali lipat lebih manis daripada gula pasir.
Meski aman, penggunaan Ace-K harus dibatasi. Penggunaan dalam dosis besar berisiko menimbulkan dampak negatif bagi metabolisme, berat badan, dan gula darah.
Pemanis buatan ini dapat digunakan pada makanan panas maupun dingin, termasuk untuk memasak maupun membuat kue.
Anda bisa menemukannya dalam minuman ringan, protein shake, minuman bubuk, permen, dan frozen dessert.
Baca Juga: 6 Tips Bangun Ikatan Emosional yang Kuat antara Ibu dan Bayi dengan Menyusui
- Neotam (Neotame)
Neotam merupakan jenis pemanis buatan terbaru yang dibuat dari aspartam. Pemanis buatan yang sangat kuat dan serbaguna, menawarkan banyak keuntungan termasuk rendah kalori, stabilitas tinggi, dan rasa manis yang bersih tanpa aftertaste.
Meskipun relatif baru, neotam telah disetujui oleh berbagai badan pengawas makanan di seluruh dunia dan dianggap aman untuk dikonsumsi dalam batas yang ditetapkan.
Pemanis tanpa kalori ini mempunyai derajat kemanisan yang sangat tinggi, yakni 7.000 – 13.000 kali lipat gula pasir.
Penggunaannya yang ekonomis dan efisien menjadikannya pilihan yang menarik bagi produsen makanan dan minuman, serta bagi konsumen yang mencari alternatif pemanis yang rendah kalori dan aman.
Produsen makanan biasanya menggunakan neotam untuk menambah rasa manis pada makanan yang dipanggang, minuman ringan, permen, puding, dan selai.
Baca Juga: Stevia, Pemanis Alami Aman Pengganti Gula Cocok untuk Penderita Diabetes
- Sukralosa
Sukralosa adalah jenis pemanis buatan yang juga memiliki rasa mirip dengan gula, tapi tidak ada kandungan kalori yang dapat diserap tubuh.
Level manisnya bisa sampai 600 kali lebih manis dari gula pasir. Aman dikonsumsi dalam batas wajar.
Sifatnya yang tahan terhadap suhu panas atau dingin, menjadikannya pilihan yang baik untuk memasak dan memanggang.
Sukralosa banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman rendah kalori, seperti minuman diet, makanan rendah lemak, dan lainnya.
Tak seperti pemanis sintetis lainnya, sukralosa tidak meninggalkan rasa pahit di lidah meskipun memiliki kadar manis yang sangat tinggi.
Baca Juga: Memasak dengan Cinta: Panduan Menu Sehat dan Lezat untuk Melawan Diabetes Bersama Keluarga
Setiap pemanis memiliki asupan harian yang dapat diterima (ADI) yang disetujui oleh Food and Drug Administration. ADI adalah jumlah bahan aktif dalam produk yang dianggap aman dikonsumsi sehari-hari. (*)
Editor : Dwi Puspitarini