Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Resep Bubur Suro: Bukan Klenik, Ini Asal Mulanya Jadi Tradisi

Almasrifah • Sabtu, 6 Juli 2024 | 18:52 WIB
Ilustrasi. Bubur suro yang menjadi tradisi dalam menyambut tahun baru Hijriah.
Ilustrasi. Bubur suro yang menjadi tradisi dalam menyambut tahun baru Hijriah.

KALTIMPOST.ID, Tahun baru Islam pada 1 Muharram oleh penanggalan Jawa disebut juga bulan Suro. Dalam menyambut bulan Suro, masyarakat Jawa mempunyai tradisi turun-temurun, yakni memasak bubur suro.

Bubur suro adalah hidangan bubur yang terbuat dari beras yang dimasak menggunakan aneka bumbu dan rempah dengan cita rasa gurih.

Yang menjadi ciri khas dari bubur suro adalah penyajiannya. Yaitu, disajikan bersama kuah santan kuning, tahu, kacang-kacangan, orek tempe, dan telur.

Tradisi bubur suro ada yang melaksanakannya pada malam sebelum 1 Muharram adapula pada 10 Muharram bertepatan dengan puasa Asyura. Bukan klenik, tradisi bubur suro seringkali justru disertai dengan zikir bersama.

Asal Muasal Tradisi Bubur Suro

Awal mula sajian bubur suro adalah dari Nabi Nuh. Ketika itu, Nabi Nuh dan umatnya dilanda bencana banjir bandang. Selama 150 hari, kapal Nabi Nuh terapung di atas air. Lalu mendarat di Bukit Judi pada 10 Muharram atau hari Asyuro.

Saat itu, Nabi Nuh meminta umatnya yang ada di kapal mengumpulkan sisa-sisa makanan berupa beras, gandum, jagung, dan biji-bijian.

Kemudian sisa makanan tersebut dimasak jadi satu menjadi bubur yang namanya bubur suro. Setelahnya, dibagi-bagikan ke seluruh orang yang tersisa di dunia kala itu.

Yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah karena telah diberikan keselamatan dari bencana banjir bandang. Untuk mengenangnya, lantas diadakanlah tradisi bubur suro.

Resep Bubur Suro

Bahan Bubur:

Bahan Kare Tahu:

Bumbu Halus:

Cara Membuat Bubur Suro

Membuat Bubur:

Membuat Kare Tahu:

Penyajian:

Editor : Almasrifah
#tradisi #muharram #tahun baru islam #klenik #resep bubur suro