Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Menjelajah Tempat Berlibur Kaisar dan Permaisuri

Rikip Agustani • Jumat, 7 Maret 2025 | 21:50 WIB
ISTANA: Summer Palace menjadi salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi saat berada di Beijing.
ISTANA: Summer Palace menjadi salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi saat berada di Beijing.

KALTIMPOST.ID, BEIJING - Tak seperti namanya, Summer Palace atau Istana Musim Panas berubah menjadi Frozen Winter Palace setiap musim dingin. Imbas Danau Kunming yang berada di tepi istana membeku. 

13 Februari 2025 menjadi hari terakhir tur Kaltim Post Group (KPG) di Beijing. Ada dua tempat wisata yang dikunjungi. Yakni Summer Palace dan Temple of Heaven. Namun sebelum berkunjung ke dua objek wisata tersebut, rombongan diajak mengunjungi Inherit Yuyu Shijia Jewelry.

Toko yang menjual perhiasan dengan batu giok dan mutiara. Kunjungan ke toko perhiasan ini, hanya 1,5 jam dilanjutkan dengan makan siang sekitar pukul 11.00 waktu setempat di Restoran Da Ya Li Xin Jing Cai.

Perjalanan menuju Summer Palace, hanya butuh waktu sekitar 40 menit dari Restoran Da Ya Li Xin Jing Cai yang ada di Distrik Haidian. Tempat wisata yang memiliki nama Tiongkok, Yiyehuan ini, buka mulai pukul 06.30 hingga pukul 19:00 waktu setempat.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 12.40. Meskipun saat itu bukanlah hari libur di Tiongkok, pengunjung Summer Palace lumayan ramai. Hampir mirip dengan pengunjung saat rombongan Kaltim Post Group berkunjung ke Forbidden City (Kota Terlarang) pada hari pertama Tur Beijing, 11 Februari 2025.

Dari sejumlah informasi, menyebutkan bahwa Summer Palace atau Istana Musim Panas ini terletak 15 km dari pusat kota Beijing. Istana ini berada di tepi Danau Kunming. Yang dibangun sejak tahun 1750. Saat masa Dinasti Qing. “Saat musim dingin seperti ini namanya adalah Frozen Winter Palace. Bukan Summer Palace,” canda pemandu wisata tur KPG, Yang Yang.

Yang dikatakan Yang Yang tampaknya benar. Saat musim dingin, Danau Kunming yang berada di tepi Istana Musim Panas membeku. Namun tak semua bagian. Sehingga pengunjung dapat berjalan di atas danau tersebut. 

Karena luas kawasan ini adalah 273 hektare, rombongan tidak bisa menjelajahi bahkan mengunjungi Istana Musim Panas. Rombongan hanya berkunjung sampai dengan Jembatan Tujuh Belas Lubang. “Dari sini, bisa kelihatan semua. Mulai danau, istana, bukit, dan pepohonan,” ujar Yang Yang.

Pada papan informasi menerangkan Jembatan Tujuh Belas Lubang dibangun pada tahun ke-15 era Qianlong di Dinasti Qing (1750). Berada di tepi timur Sungai Donglou, Pulau Danau Linkan Barat. Dengan panjang total 150 meter. Konstruksinya dibangun menggunakan material batu pualam. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di taman kerajaan Tiongkok.

Jembatan ini dinamai berdasarkan 17 jembatan di Sungai Chun, dan di kepala jembatan serta pilar-pilar jembatan terdapat lebih dari 500 singa batu dengan berbagai bentuk. Pada kedua ujung jembatan terdapat empat patung binatang buas yang diukir dari batu, yang ganas dan pemberani, yang merupakan mahakarya seni ukir batu dari Dinasti Qing. 

“Kaisar naik kapal ke Summer Palace. Kapal berkepala naga yang besar di depannya. Sehingga dibangunkan lubang yang cukup besar di bawah jembatan. Agar kapal kaisar bisa lewat,” ucapnya.

Selain itu, Summer Palace merupakan istana yang dikunjungi oleh kaisar dan permaisuri mulai April sampai Oktober. Kaisar sengaja membangun Istana Musim Panas ini karena berada di tepi danau yang pemandangannya mirip dengan Hangzhou dan Suzhou. Dua kota wisata terkenal di Tiongkok.

“Karena sebelum membangun istana ini, kaisar jenuh dan ingin mencari selir yang cantik. Makanya ke Hangzhou dan Suzhou. Sekaligus menikmati pemandangan. Dan setelah kembali ke Beijing pada tahun 1750, kaisar membangun 5 buah taman kerajaan. Salah satunya Summer Palace,” jelas Yang Yang.

Pada musim panas, kaisar dan permaisuri lebih suka tinggal di Summer Palace, ketimbang di istana di Forbidden City. Kaisar ingin menikmati keindahan alam di kawasan Summer Palace. Mulai danau, bukit, dan pepohonan yang membuat kaisar merasa nyaman. Dan menginap di istana yang berwarna emas.

Namun pada tahun 1860, penyerangan tentara sekutu dari Inggris dan Perancis membuat Istana Musim Panas ini terbakar. Dan semua barang milik kaisar dijarah oleh para tentara sekutu. “Akibatnya banyak harta benda kepunyaan kaisar sekarang disimpan di Inggris, Jepang, dan Perancis. Semuanya enggak mau dikembalikan ke Tiongkok,” ujar Mrs. Yang Yang.

Dalam Istana Musim Panas, sebelumnya juga ada patung Budha dengan 100 mata dan 100 tangan. Tempat Ibu Suri Cixi, dari Kaisar Qing berdoa. Namun patung Budha tersebut tidak ada lagi setelah penyerangan sekutu ke Summer Palace. Sehingga di dalam istana saat ini sudah kosong. Selain itu, setelah bangun kembali renovasi, tidak bisa mengembalikan jumlah bangunan yang seharusnya 8 lantai.

“Sekarang cuma bisa dibangun 5 lantai. Karena uangnya tidak cukup untuk menyelesaikan,” jelasnya. Pada kawasan Summer Palace ini juga ada patung dewa binatang berbentuk kerbau. Pada papan informasi menyebutkan, kerbau tembaga ini dibangun pada tahun ke-20 era Qianlong (1755). Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1998. (bersambung)

 

 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #jalan jalan ke tiongkok #Summer Palace #Chongqing