KALTIMPOST.ID, Sejumlah strategi dibutuhkan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Pernyataan itu disampaikan Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri, dalam acara Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Rosan, yang juga sebagai CEO Danantara, menghitung bahwa Indonesia membutuhkan investasi kira-kira sebesar Rp 13.000 triliun untuk mencapai target 2029.
Ia juga berharap adanya tambahan dana investasi, khususnya dari pengusaha Jepang yang sudah lama menjadi investor terbesar di Indonesia.
“Di pemerintahan Pak Prabowo, kami berjanji menyelesaikan persoalan-persoalan investasi terkait iklim dan juga kepastian,” tegas Rosan, mengutip CNBCIndonesia.com (9/8).
Selaras dengan hal itu, di kesempatan yang sama, Chatib juga menuturkan hal yang sama, yaitu bahwa dalam perhitungannya, Indonesia membutuhkan Rp 12 ribu triliun, atau tambahan Rp 3 ribu triliun dari tahapan saat ini, untuk mencapai target 8%.
Ekonom kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965, itu menyebutkan tiga hal yang menghambat investor untuk menanamkan uangnya di negeri ini.
Di antaranya yaitu iklim investasi dan hambatan birokrasi. Lebih lanjut, ia menyampaikan, pada bulan April kemarin, Presiden Prabowo telah menegaskan dalam sarasehan ekonomi bahwa pemerintah akan membuat deregulasi ekonomi, yang salah satu isinya adalah pengaturan kuota impor. (*)
Editor : Almasrifah