Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Deretan Menu MBG yang Sebabkan Ribuan Siswa Alami Keracunan

Ari Arief • Sabtu, 27 September 2025 | 08:16 WIB
MENU: Salah satu menu MBG yang menyebabkan siswa mengalami keracunan.
MENU: Salah satu menu MBG yang menyebabkan siswa mengalami keracunan.

KALTIMPOST.ID-Isu dugaan keracunan makanan yang merebak di berbagai daerah setelah siswa mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan utama masyarakat.

Rangkaian insiden ini memicu kekhawatiran serius publik mengenai kualitas dan standar pengolahan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai kejadian, ribuan anak sekolah dilaporkan keracunan setelah menyantap menu MBG berikut di beberapa lokasi:

  1. MA Syarif Hidayatullah, Cipongkor: Nasi, ayam, tahu goreng, sambal, sayuran, dan stroberi.
  2. Garut: Nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan stroberi.
  3. Tasikmalaya: Mie, ayam semur cincang, kerupuk pangsit, dan sawi hijau.
  4. SDN Taruna Bakti, Desa Cianjur: Kentang goreng, tempe, ayam katsu, dan buncis.
  5. SMPN 1 Kragan, Rembang, Jateng: Mie ayam, tahu rebus, dan potongan melon.
  6. SD Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalbar: Nasi, filet ikan hiu saus tomat, serta oseng kol dan wortel.
  7. SDN 178 Palembang: Nasi, ayam katsu, tahu, salad, dan pisang.
  8. SDN 1 Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar: Nasi, ayam kecap, oseng kol, tempe goreng, dan puding.
  9. SDN 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung: Nasi, tahu goreng, ikan lele goreng, dan salak.
  10. SMKN Palang, Tuban, Jawa Timur: Nasi goreng.
  11. SDN Liliba Kota Kupang, NTT: Nasi, sayur, telur, tahu, dan susu.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kini mulai menaruh perhatian serius terhadap gelombang kasus keracunan massal yang diduga berasal dari menu MBG.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa timnya sedang melakukan pendalaman dan investigasi di lapangan untuk mengusut setiap laporan insiden yang tersebar di berbagai wilayah.

“Ya, Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per-satu,” jelas Listyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (26/9).

Meski belum merincikan proses investigasi secara detail, Kapolri berjanji bahwa temuan dari penyelidikan tersebut akan diumumkan kepada publik secepatnya. "Tentunya secara resmi nanti akan kita informasikan," tambahnya.

Capai 5.000 Siswa Lebih

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP) M. Qodari telah mengungkapkan data mengejutkan terkait masifnya kasus keracunan akibat program MBG di Indonesia.

Berdasarkan akumulasi data dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah total siswa yang menjadi korban keracunan telah melampaui angka 5.000. Mayoritas kasus terpusat di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Data ini disampaikan oleh Qodari dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (22/9/2025). Meskipun ada variasi statistik antarlembaga, Qodari menekankan bahwa tren peningkatan kasus yang ditunjukkan oleh ketiganya adalah konsisten.

Ia juga menyoroti data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat angka lebih tinggi, yakni 5.360 siswa terdampak keracunan MBG.

“Puncak kasus terjadi pada Agustus 2025 dan paling banyak tersebar di Jawa Barat,” papar Qodari.

Menurut hasil asesmen dari BPOM, sejumlah faktor utama yang disinyalir memicu keracunan meliputi buruknya higienitas makanan, penyimpangan suhu saat makanan disajikan, pengolahan pangan yang tidak memenuhi standar, dan potensi kontaminasi silang dari petugas penyaji.

Selain itu, ada pula kasus yang dipicu oleh alergi makanan pada anak-anak penerima manfaat program.

Menanggapi situasi ini, Qodari memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kejadian ini.

“Pemerintah tidak tone deaf. Pak Mensesneg juga sudah merespons, mengakui adanya kasus dan menyampaikan permintaan maaf serta komitmen untuk mengevaluasi program MBG secara menyeluruh,” tegasnya. (*)

Editor : Almasrifah
#keracunan makanan #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Menu MBG #Mbg