Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Serius Perhatikan Potensi Wakaf, Ma’ruf Amin Tegaskan Bisa Kembangkan Ekonomi Umat

Muhammad Aufal Fresky • Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:29 WIB

Wakil Presiden ke-13 Ma
Wakil Presiden ke-13 Ma
KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Potensi wakaf di Indonesia mendapatkan sorotan dari Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Ia menilai, wakaf menjadi salah satu instrumen syariah yang penting. Karena sifatnya yang abadi serta manfaatnya terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat menghadiri kegiatan diskusi Wakaf Preneur: Optimizing Waqaf Assets, Toward Economic Equity and Prosperity di Jakarta pada Kamis (30/10), seperti yang dilansir di laman Jawapos.com.

Tidak hanya itu, ia menegaskan sifat harta wakaf itu abadi. Maka masih banyak masyarakat yang berpikiran wakaf itu adalah menyerahkan sebidang tanah.

Wakaf berupa sebidang tanah, tambah Ma’ruf, itu dikelola menjadi masjid, madrasah, dan makam atau sering dia sebut 3M. Ma'ruf menyebut bahwa aset wakaf tanah juga bisa dikelola untuk usaha lain yang mendukung perekonomian umat. Seperti halnya menjadi pusat bisnis atau lain sebagainya. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, wakaf juga bisa dilakukan lewat menyerahkan uang tunai. Uang itu kemudian dikelola atau ditempatkan di instrumen sukuk atau deposito syariah.

Hasil kelolaannya disalurkan untuk beragam program kemaslahatan umat. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, maupun urusan keagamaan.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan wakaf dan zakat sekarang bukan hanya urusan kiai saja. Bahkan komunitas wartawan juga ikut terjun mengurusi wakaf. Menurutnya, kondisi ini menandakan wakaf di Indonesia bakal semakin berkembang. 

Selain zakat, imbuh Ma’ruf, wakaf juga merupakan instrumen keuangan. Ia mewanti-wanti bahwa modal wakaf tidak boleh hilang. "Wakaf akan terus berkembang seperti bola salju. Wakaf itu sedekah jariyah," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi mengaku bersyukur sudah mengantongi izin sebagai Nazir wakaf uang. Dia mengatakan akan sejumlah program sosial kemasyarakatan berbasis wakaf yang akan diluncurkan.

Dia mengingatkan bahwa potensi wakaf dan zakat di Indonesia mencapai Rp 500 triliun lebih setiap tahunnya.

Namun khusus untuk wakaf, penghimpunannya baru sekitar 2 persen dari potensinya. Keterlibatan jurnalis di dunia wakaf, diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf. Ujungnya penghimpunan wakaf semakin besar. "Dengan wakaf, bisa digunakan untuk mengatasi kemiskinan. Jadi nanti APBN bisa rehat sejenak," tutup Wahyu.

Editor : Uways Alqadrie
#ekonomi umat #Ma’ruf Amin #Instrumen syariah #Potensi Wakaf