KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim XVII/2025 di Penajam Paser Utara (PPU) dibayang-bayangi ketidakpastian. Efisiensi anggaran ditengarai menjadi musababnya.
Popda Kaltim 2025 rencananya bergulir 8-15 September. Waktu itu diambil, bertepatan dengan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September. Meski sudah tinggal hitungan bulan, hingga kini, belum ada kepastian mengenai jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di multiajang olahraganya para pelajar di Bumi Etam itu.
Kabid Pembinaan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman mengatakan, pihaknya masih berharap ada 21 cabor yang akan dipertandingkan. “Meski begitu, tuan rumah ada memberi sinyal bahwa akan ada pengurangan. Itu karena efek anggaran yang di-refocusing,” terang dia.
Berapapun nantinya, Rasman berharap hal ini bisa segera difinalkan. Sebab, kepastian ini sangat dinantikan para atlet dan daerah yang menjadi peserta dalam ajang tersebut. Rasman mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Dispora kabupaten/kota se-Kaltim untuk membicarakan hal tersebut.
Dia tak memungkiri, efisiensi anggaran daerah memang berdampak kepada persiapan tiap-tiap daerah. Karena itu, agar setiap daerah tetap bisa berpartisipasi, cukup menggunakan skala prioritas dalam penentuan cabor maupun nomor tanding yang akan diikuti.
“Kalau saya boleh saran, cukup yang potensial medali. Karena, bagaimana pun ajang ini adalah bentuk penjaringan atlet yang akan membela Kaltim di Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) XVII/2025 di Jakarta, antara Oktober atau November nanti,” tegasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi