Pelatih Balikpapan, Garna Gumilang, menyebut anak asuhnya sempat berjalan tersendat di kuarter pertama. Adaptasi lambat membuat permainan belum maksimal.
Namun perubahan tempo pada kuarter kedua langsung mengubah arah pertandingan. “Begitu pressure defense kami naik, lawan tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar Garna.
Meski sudah menggenggam tiket semifinal, Garna tidak ingin euforia berlebihan. Ia menilai persaingan sebenarnya justru menunggu di babak berikutnya.
Dua tim yang dianggap paling komplet, Bontang dan Samarinda menjadi ancaman nyata dari Grup B. “Kekuatan mereka berimbang. Peluangnya fifty–fifty. Tapi kami tetap optimistis,” ucapnya.
Menjelang duel terakhir Grup A melawan Kukar, Garna memilih fokus pada pemulihan fisik dan kedisiplinan.
Rotasi pemain dipersiapkan matang untuk menjaga kondisi skuad tetap prima sekaligus meminimalkan cedera. “Permainan Kukar cukup kuat. Pola mereka sudah kami pelajari. Rotasi akan kami maksimalkan,” tegasnya. (fuu)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo