Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dramatis! Basket Bontang Kunci Perunggu Popda lewat Kejutan di Menit Terakhir

Adhiel kundhara • Jumat, 28 November 2025 | 07:51 WIB

Tim basket putri Bontang puas dengan capaian medali perunggu di Popda Kaltim XVII/2025 Penajam Paser Utara.
Tim basket putri Bontang puas dengan capaian medali perunggu di Popda Kaltim XVII/2025 Penajam Paser Utara.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Perjalanan panjang tim basket Bontang pada Popda Kaltim XVII/2025 berakhir dengan cara yang tak disangka. Dua nomor—putra dan putri—sama-sama membawa pulang perunggu setelah melalui rangkaian laga intens sejak fase awal.

Namun sorotan khusus mengarah pada tim putri yang tampil penuh determinasi. Pertandingan perebutan tempat ketiga menghadirkan ketegangan sejak awal, sebelum akhirnya drama di ujung laga menjadi penentu.

Baca Juga: Kaltim Bidik PAD Baru dari Sungai Mahakam: Dishub Siapkan Lokasi Tambat-Labuh Resmi

Memasuki menit-menit akhir, Bontang masih tertinggal 38–37 dari Kutai Kartanegara. Situasi berubah ketika staf pelatih melakukan pergantian pemain yang akhirnya menjadi titik balik.

Asisten Pelatih Basket Putri Bontang, Asrul Maha Putra, menyebut duel tersebut berlangsung nyaris tanpa jeda.

“Pertandingannya benar-benar alot. Selisihnya cuma satu angka. Kedua tim sama kuat,” ujarnya.

Pergantian pemain yang memasukkan Yulike—center Bontang—membawa dampak instan. Cedera yang dialami salah satu pemain membuat rotasi berubah, namun keputusan itu justru menjadi penentu kemenangan.

“Kami berbalik unggul 39–38 dan bertahan sampai akhir,” kata Asrul.

Di dua kuarter awal, Bontang tampil agresif. Tim pelatih mengubah skema pertahanan menjadi full press sejak peluit pertama, langkah yang membuat Kukar kesulitan mengalirkan bola.


“Kami ubah strategi dari defend sekitar 30 persen menjadi full press 100 persen. Kukar kaget, panik, dan banyak turnover. Itu yang kami manfaatkan,” tutur Asrul.

Strategi itu membuahkan hasil. Bontang unggul jauh pada kuarter kedua dan ketiga—masing-masing mengemas 16 dan 13 poin. Sementara Kukar hanya mampu menembus angka di bawah dua digit.

Memasuki kuarter terakhir, intensitas pertahanan mulai menurun karena faktor stamina. "Anak-anak mulai capek karena full press menguras tenaga. Kami buat banyak kesalahan dan mereka mengejar,” terang Asrul.

Meski tekanan meningkat, kemampuan Bontang memaksimalkan free throw memberi mereka ruang bernapas.

“Alhamdulillah free throw kami lebih bagus dari Kukar,” tambahnya.

Asrul tak menampik bahwa target awal memang realistis: perunggu. Persiapan terbatas hanya tiga minggu, ditambah beberapa pemain masih mengikuti turnamen lain seperti Smanda Cup, Sonic Cup, dan Yamaha Cup di Samarinda, membuat latihan tak bisa maksimal.

Ia menyebut pembinaan basket di Balikpapan dan Samarinda masih lebih mapan.

“Kompetisi di sana hidup. Sebulan bisa dua event. Di Bontang, event bisa dihitung jari. Mereka juga main pakai waktu bersih, sedangkan kami biasa waktu kotor. Secara stamina jelas beda,” paparnya.

Situasi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi Perbasi Bontang dan para pelatih.
“Kami terus dorong supaya kompetisi diperbanyak. Kalau tidak, kita akan tertinggal terus,” tegasnya.

Baca Juga: Penantian Panjang Balikpapan Terbayarkan, Sabet Juara Umum Popda XVII/2025

Menatap Popda 2027 ketika Bontang menjadi tuan rumah, ia tetap optimistis. Hanya satu pemain dari skuad saat ini yang bisa tampil, namun regenerasi sudah dimulai.

"Untuk 2027, yang bisa main dari skuad ini cuma satu orang. Tapi kami sudah siapkan pemain kelahiran 2009–2010,” jelasnya.

Adapun tim putra juga menutup Popda dengan manis. Mereka meraih perunggu usai menang telak 65–27 atas Berau pada perebutan tempat ketiga. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#bontang #perunggu #Popda Kaltim 2025 #dramatis #basket