KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Riuh sorak penonton di Stadion Panglima Sentik sore itu menjadi penanda bahwa perjalanan panjang para atlet muda telah mencapai titik akhirnya. Di balik ketegangan laga, tersimpan kisah perjuangan yang memberi warna baru bagi sepakbola pelajar di Paser.
Suasana tersebut menjadi gerbang menuju cerita utama dari capaian besar yang berhasil diraih tim Kabupaten Paser pada gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim XVII 2025.
Baca Juga: Komunitas Balance Bike Makin Diminati di Paser, Pushbike Paser Jadi Tempat Nongkrong Baru Keluarga
Tim sepak bola Paser menorehkan sejarah baru dengan menembus final Popda untuk pertama kalinya. Meski harus mengakui keunggulan Kutai Kartanegara (Kukar) dengan skor 0–2, pencapaian ini tetap menjadi kebanggaan.
Randy Rachman selaku pelatih mengatakan timnya sangat bersyukur bisa melaju sejauh ini. “Harus kita apresiasi adik-adik yang sudah berjuang sampai final. Ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Paser karena berhasil mempersembahkan medali,” ujarnya.
Randy mengungkapkan, keberuntungan belum berpihak pada skuad Paser. Selain itu, kondisi fisik pemain turut menjadi tantangan akibat padatnya jadwal pertandingan.
Ia menyebut, tidak adanya jeda libur selama turnamen membuat pemulihan pemain sangat minim. Baru ketika memasuki babak semifinal mereka mendapat satu hari istirahat.
Asisten pelatih, Darmansyah, memberikan motivasi tambahan kepada para pemain agar tidak larut dalam kekecewaan.
“Tetap berlatih, jangan berkecil hati. Kekalahan bukan akhir dari segalanya. Karier mereka masih panjang dan masih banyak event sepakbola yang akan dilalui,” katanya.
Selama 2 x 45 menit pertandingan, tim Paser harus mengakui dominasi Kukar. Upaya mencetak gol baru terlihat di menit-menit akhir, tetapi belum mampu mengubah skor. (*)
Editor : Ery Supriyadi