KALTIMPOST.ID, BONTANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang digelar di Paser, November mendatang.
Hingga saat ini, mayoritas cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti Bontang dinyatakan siap bertanding dengan target peningkatan perolehan medali.
Ketua KONI Bontang Jamaludin mengatakan dari total 64 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov 2026, sekitar 58 cabor berada dalam kondisi siap.
Sebagian besar di antaranya memiliki potensi meraih medali, meski masih didominasi target perunggu dan perak yang terus didorong untuk meningkat menjadi emas.
“Dari hasil evaluasi terakhir, hampir 58 cabor sudah siap. Rata-rata punya peluang medali dan ini terus kita dorong agar bisa naik kelas, terutama emas,” kata Jamaludin.
Ia menjelaskan, pada babak kualifikasi Porprov 2025 lalu, KONI Bontang awalnya menargetkan 60 hingga 65 medali emas. Namun hasil rapat koordinasi dan input data terbaru justru menunjukkan proyeksi perolehan medali berada di angka 70 hingga hampir 80 medali.
“Ini menjadi indikator positif bahwa prestasi cabang olahraga kita terus meningkat. Artinya pembinaan berjalan dan atlet berkembang,” ucapnya.
Salah satu cabor yang menjadi perhatian adalah Barongsai, yang baru saja ditetapkan untuk dipertandingkan. Jamaludin optimistis Barongsai akan menjadi salah satu andalan Bontang dalam menyumbang medali emas di Porprov 2026.
“Barongsai itu salah satu kekuatan kita. Saya yakin di sana ada potensi emas,” tutur dia.
Meski demikian, tidak semua cabor akan diberangkatkan. KONI Bontang menerapkan seleksi ketat berbasis jurnal medali, dengan prioritas atlet yang berada di peringkat 1 hingga 4 hasil babak kualifikasi. Atlet di peringkat 5 masih dipertimbangkan, sementara di luar itu akan dievaluasi ulang.
“Kita tidak ingin memberangkatkan atlet dalam jumlah besar tapi hasilnya tidak maksimal. Prinsipnya atlet sesedikit mungkin, medali sebanyak mungkin,” tutur dia.
Ia memperkirakan jumlah atlet dan ofisial yang diberangkatkan ke Paser nantinya tidak sampai 1.000 orang, jauh lebih efisien dibandingkan Porprov sebelumnya. “Kita fokus kualitas, bukan kuantitas,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo