KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – GOR Segiri Samarinda kembali disiapkan untuk naik kelas. Arena kebanggaan Kota Tepian itu diproyeksikan menjadi pusat perhatian nasional lewat gelaran Piala Kapolri Judo 2026, yang akan dirangkai dengan Open Tournament Judo se-Indonesia pada Mei mendatang.
Penunjukan GOR Segiri bukan keputusan mendadak. Lokasinya yang strategis di jantung kota, ditopang kapasitas arena dan rekam jejak sebagai tuan rumah kejuaraan besar, membuat venue ini dinilai paling siap.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 atlet judo dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati Samarinda. Jumlah itu berpotensi menjadikan ajang ini sebagai salah satu event judo terbesar yang pernah digelar di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil: Kukar Masih Bergantung Pasokan dari Luar Daerah
Ketua Pengprov PJSI Kaltim, Muslimin, menegaskan GOR Segiri memiliki keunggulan signifikan. Mulai dari luas arena, kemudahan akses, hingga sarana pendukung yang dinilai memenuhi standar nasional.
“Kita punya fasilitas yang memadai. GOR Segiri sudah sering digunakan untuk event besar. Tinggal memaksimalkan kesiapan teknisnya,” ujarnya.
Piala Kapolri Judo 2026 akan diawali dengan pertandingan internal atlet Polri. Setelah itu, tensi kompetisi meningkat lewat open tournament yang terbuka bagi seluruh atlet judo se-Indonesia. Rangkaian ini dipastikan membuat GOR Segiri hidup penuh intensitas selama penyelenggaraan.
Baca Juga: Partai Gerindra Usulkan Pilkada Kembali Melalui DPRD: Fokus Efisiensi dan Tekan Biaya Politik
Lebih dari sekadar kejuaraan, event ini juga membawa efek domino bagi Kota Samarinda. Kehadiran atlet, ofisial, dan pendukung dari luar daerah diyakini menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM di sekitar arena.
Tak hanya itu, penetapan GOR Segiri sebagai venue utama semakin menegaskan posisi Samarinda sebagai destinasi sport tourism di Kaltim. Muslimin optimistis, dengan dukungan SDM dan kolaborasi lintas pihak, Samarinda siap tampil sebagai wajah judo nasional.
“Ini bukan hanya soal kejuaraan, tetapi bagaimana Samarinda menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang siap dan profesional,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi