KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Transisi kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026–2030 tidak sekadar pergantian figur. Momentum ini menjadi upaya menjaga kesinambungan prestasi olahraga di tengah tantangan yang semakin dinamis.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan pentingnya gerak cepat dalam memastikan calon pemimpin baru mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
Menurutnya, sinergi antara pengurus olahraga dan pemerintah menjadi kunci utama. Dukungan dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dinilai sangat vital, terutama dalam hal komitmen pendanaan hibah.
Baca Juga: Target 15 Menit, DPKP PPU Evaluasi Tambah 10 Posko Damkar Baru
Dalam rangka mengawal transisi, jajaran KONI Kaltim melakukan audiensi pada Kamis (30/4/2026). Setelah berkoordinasi dengan gubernur, rombongan melanjutkan pertemuan dengan Wakil Gubernur Seno Aji pada pukul 17.00 Wita.
Pertemuan tersebut turut melibatkan 10 KONI kabupaten/kota. Agenda utamanya adalah memperkenalkan calon Ketua Umum KONI Kaltim masa bakti 2026–2030, Anderiy Syachrum.
Dalam pertemuan itu, Seno Aji secara resmi memberikan restu kepada Anderiy Syachrum untuk maju sebagai kandidat utama.
Ia menilai dukungan terhadap Anderiy sudah cukup kuat. Bahkan, secara kalkulasi, peluang terpilih melalui mekanisme aklamasi terbuka lebar.
Anderiy disebut menjadi satu-satunya kandidat yang telah memenuhi ambang batas dukungan, yakni minimal 30 persen dari KONI kabupaten/kota serta 30 persen dari pengurus cabang olahraga dan badan fungsional.
Baca Juga: Kartu Penajam Cerdas 2026 Tetap Jalan, Ini Fokus Baru Pemkab PPU
Meski demikian, Seno Aji menegaskan bahwa restu tersebut bukan tanpa catatan. Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini berbeda dibanding periode sebelumnya.
Bantuan hibah untuk KONI Kaltim pada 2026 mengalami penurunan, dan kondisi serupa diperkirakan berlanjut hingga 2027 akibat dinamika transfer ke daerah.
Karena itu, ia meminta kepengurusan baru mampu berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, tidak hanya bergantung pada hibah pemerintah.
Selain itu, Seno Aji juga menekankan pentingnya membentuk organisasi yang lebih ramping dan efisien.
“Tidak ada ruang bagi pengurus yang tidak berkontribusi. Struktur harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar bekerja,” pesannya.
Terkait target prestasi, ia mengingatkan agar KONI Kaltim bersikap realistis menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Pembinaan atlet harus dilakukan dengan skala prioritas yang terukur, bukan sekadar mengejar kuantitas tanpa hasil.
Sementara itu, Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026.
Sejumlah panitia telah dibentuk untuk memastikan proses berjalan lancar dan demokratis. Di antaranya Husinsyah sebagai Ketua OC, Syaparuddin sebagai Ketua SC, serta Ego Arifin sebagai Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan.
Rusdiansyah Aras berharap Musorprov menjadi momentum konsolidasi seluruh insan olahraga di Kaltim.
Ia menegaskan, proses pergantian kepemimpinan harus berjalan elegan demi menjaga prestasi olahraga Bumi Etam tetap berkelanjutan. (*)
Editor : Ery Supriyadi