KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser berencana memindahkan lokasi car free day (CFD) yang saat ini rutin di Jalan Jenderal Sudirman atau depan Hutan Kota, dipindah ke kawasan Stadion Sadurengas.
Kepala Disporapar Paser Kurniawan mengatakan pemindahan ini masuk dari berbagai usulan dan pertimbangan. Diantaranya mobil Pemadam Kebakaran yang sulit keluar masuk saat ada kejadian, sampai lapak yang dinilai masih kurang dan banyak usulan lapak belum terakomodir.
"Keputusannya nanti akan dibahas juga bersama para pelaku UMKM dan instansi terkait termasuk Asisten Sekretariat Daerah," kata Kurniawan saat rapat bersama Komisi II DPRD Paser, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga: Kabar Baik, Honorer di Paser Tetap Dapat THR Walaupun Belum Dilantik P3K
Ketua Komisi II DPRD Paser Sukran Amin menyampaikan komisi II tidak setuju pemindahan lokasi CFD tersebut. Menurutnya yang namanya CFD, wajar jika ramai dan ada penutupan jalan dalam waktu tertentu. Sama halnya dengan di Jakarta.
"Dampak dan resikonya untuk pelaku UMKM yang kita khawatirkan, nanti bisa berkurang drastis pengunjungnya," kata Sukran.
Dia memahami di kawasan Stadion memang ramai pengunjung berolahraga, namun harus dibedakan dengan pengunjung CFD di hari minggu. Apalagi di Hutan Kota juga selama ini memang banyak yang berolahraga.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Basri Mansyur, menurutnya kebijakan ini perlu dikaji matang. Dia menyarankan perlu uji coba dulu semisal kedua titik di Sudirman dan Stadion dibuka, lalu melihat bagaimana respon pengunjung.
Baca Juga: Ini Visi Misi Bupati Paser Terpilih yang Disampaikan di Paripurna DPRD
"Nanti akan jadi masalah jika akhirnya gagal pemindahannya. Jangan sampai seperti Wisbel pindah ke Wiskul yang kita tahu. Banyak pelaku usaha yang sepi omzetnya," kata Basri.
Anggota DPRD lainnya Acong Asfiyek mengatakan Wiskul di Sungai Tuak adalah salah satu contoh pemindahan yang banyak dikeluhkan pedagang.
"Lokasi strategis itu sangat menentukan jualan pedagang, kalau daerahnya sepi pasti tidak ada yang mau datang seperti di seberang (Desa Sungai Tuak)," kata Acong. (*)
Editor : Muhammad Rizki