Dalam video berdurasi pendek sekira 33 detik itu tampak seseorang berpakaian jas dan berkacamata duduk pada sebuah kursi yang situasinya mirip sebuah balkon. Ada suara perempuan yang menyebutkan salah satu nomor urut paslon untuk segera meninggalkan studio, dan tampak pria yang diduga pegawai negeri sipil (PNS) itu turun, mengikuti sejumlah orang yang tampak berjaket, yang menunjukkan salah satu paslon yang nomor urutnya disebut oleh suara perempuan itu.
Kuasa hukum paslon bupati dan wakil bupati PPU 2024-2029 Murdiyat Nor-Waris Muin, Rokhman Wahyudi, mengaku segera membuat laporan terkait hal ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PPU, Senin (18/11). Dia mengatakan itu kepada media ini sekira pukul 22.15 Wita, Minggu (17/11).
“Ya, kami mau membuat pengaduan tentang hal ini,” kata Rokhman Wahyudi. Namun, saat hal ini dikonfirmasikan ulang pada sekira pukul 14.39 Wita, Senin (18/11), ia belum membuat laporan ke Bawaslu PPU.
“Belum dimasukkan laporannya, karena masih ada pelatihan saksi saya. Tetapi tetap kami laporkan karena dia itu (oknum) PNS, dan bukan (diduga) sekadar hadir tapi ikut (diduga) mengkampanyekan paslon,” kata Rokhman Wahyudi.
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Bawaslu PPU Tata Rusmansyah saat dikonfirmasi kemarin menginformasikan jika dirinya telah dihubungi oleh kuasa hukum paslon 01 itu, untuk melaporkan dugaan oknum ASN yang melanggar netralitas pilkada.
“Sepertinya laporannya hari ini (kemarin) tetapi tidak tahu jamnya berapa? Sudah menelepon tadi tim 01. Nanti kalau sudah masuk laporannya kami buat keterangan pers,” kata Tata Rusmansyah.
Sementara itu, Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, saat ditunjukkan apakah benar bahwa sosok pria dalam video yang beredar itu bekerja di rumah sakit yang dipimpinnya? Ia membenarkan. Sedangkan, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) yang juga Dewan Pengawas RSUD RAPB PPU, Tohar, kemarin, terkesan kecewa dengan sikap oknum ASN seperti yang tampak dalam video itu.
“Owalaaah, maka pimpinan via tertulis dan arahan langsung sudah bolak-balik menyampaikan agar ASN menahan diri tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis,” kata Tohar.
Editor : Uways Alqadrie