Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wabup PPU dan Direktur AMDT Pelajari Program Mulia PDAM Makassar, Rencana Adopsi Tahun Depan

Ahmad Maki • Kamis, 11 September 2025 | 14:36 WIB

Abdul Waris Muin dan Abdul Rasyid saat berkunjung dan bertemu Wali Kota Makassar membahas Program Mulia PDAM.
Abdul Waris Muin dan Abdul Rasyid saat berkunjung dan bertemu Wali Kota Makassar membahas Program Mulia PDAM.

PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin bersama Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU Abdul Rasyid baru saja usai melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar.

Kunjungan tersebut dalam rangka mempelajari Program Mulia yang baru saja dilaunching Wali Kota Makassar. Direktur AMDT PPU, Abdul Rasyid menjelaskan bahwa Program Mulia merupakan inisiatif PDAM Makassar yang dibiayai langsung dari perusahaan, bukan dari anggaran pemerintah daerah.

“Program ini untuk menggratiskan pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mekanismenya hampir sama dengan yang kita jalankan di PPU, yaitu menggunakan laba perusahaan,” jelas Rasyid, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, AMDT PPU berencana mengadopsi konsep serupa pada tahun 2026. Ada dua program utama yang akan diluncurkan sekaligus. “Pertama, melanjutkan program Bupati PPU, Mudyat Noor, untuk pemasangan sambungan gratis di rumah ibadah sebanyak 10 titik pertama.

Baca Juga: PDAM dan Pemkab PPU Dorong Aktifkan 21 Pamsimas untuk Layani 8.600 Sambungan Rumah

Kedua, pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi kategori MBR. Namun ini kita fokuskan hanya untuk pelanggan kategori R2, tidak lagi untuk R3 seperti sebelumnya. Pak Bupati sudah menyetujui rencana ini,” ujarnya.

Meski demikian, realisasi program akan sangat bergantung pada laba perusahaan. Tahun lalu AMDT PPU hanya membukukan keuntungan sekitar Rp1,4 miliar, yang cukup untuk mendukung program rumah ibadah dan sebagian SR gratis kategori R2.

“Kalau tahun ini laba bisa meningkat, maka pemasangan SR gratis untuk masyarakat R2 bisa kita laksanakan juga. Harapan kami tentu program ini bisa berjalan seperti yang dicontohkan PDAM Makassar,” kata Rasyid.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama PDAM bukan mencari keuntungan, melainkan memberikan layanan publik. “PDAM sebenarnya tidak disarankan untuk berbisnis kecuali cakupan layanannya sudah di atas 80 persen. Kalaupun ada laba, itu harus diputar kembali untuk kepentingan masyarakat. Jadi program yang kita rencanakan tahun depan ini bukan soal bisnis, melainkan bentuk public service. Sebesar-besarnya laba perusahaan kita kembalikan untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#waris muin #Penajam Paser Utara (PPU) #Perumdam Danum Taka PPU