KALTIMPOST.ID, Polres Penajam Paser Utara (PPU) kini makin canggih dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres PPU, Aipda Syafruddin, kehadiran teknologi mutakhir seperti Closed Circuit Television (CCTV) Analitik, CCTV Monitoring, dan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) menjadi tulang punggung baru dalam pengawasan.
Peralatan canggih ini tidak hanya sekadar merekam, tetapi juga mampu menganalisis situasi secara otomatis, memberikan peringatan dini, dan menindak pelanggaran lalu lintas dengan presisi.
Syafruddin mengungkapkan, bahwa ETLE adalah sistem yang secara otomatis mendeteksi dan menindak pelanggaran lalu lintas menggunakan kamera.
Fungsinya terintegrasi dengan data kendaraan, sehingga setiap pelanggaran yang terekam akan langsung diproses untuk pengiriman surat tilang ke alamat pemilik kendaraan.
Di PPU, lanjut dia, sistem ETLE dipasang di beberapa titik strategis, seperti Pos I Masjid Arrahman Penajam (Kamera ETLE dan Analitik).
Lokasi ini vital untuk memantau arus kendaraan di pusat kota dan mendisiplinkan pengendara yang melanggar aturan.
Jl. Negara, Km 9, Gerbang Madani (Kamera ETLE). Sebagai pintu masuk penting, kamera di sini memastikan setiap kendaraan yang melintas mematuhi peraturan, terutama terkait kecepatan dan kelengkapan surat.
Jl. Negara, Km 19, Simpang Kobe Petung (Kamera ETLE). Persimpangan ini sering padat, sehingga kamera ETLE sangat efektif untuk menekan angka kecelakaan akibat pelanggaran seperti menerobos lampu merah atau berboncengan lebih dari dua orang.
Selain ETLE, Polres PPU juga mengandalkan CCTV Analitik. Kamera jenis ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkannya menganalisis data video secara otomatis. Fungsinya jauh lebih cerdas dari CCTV biasa.
Mereka bisa mengenali wajah, menghitung jumlah orang, mendeteksi benda mencurigakan, atau bahkan mengenali plat nomor kendaraan.
Dirincikan, penerapannya di PPU mencakup Gerbang Pelabuhan Penajam (Kamera Analitik). Lokasi ini sangat krusial sebagai pintu gerbang transportasi laut.
Kamera analitik di sini bisa membantu mengidentifikasi kendaraan dan orang yang masuk dan keluar, serta mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan pelabuhan.
Jl. Negara, Km 27 Depan Pospol Semoi (Kamera Analitik). Kamera di titik ini membantu petugas kepolisian memantau situasi di sekitar pos dan mengidentifikasi potensi ancaman keamanan secara proaktif.
Jl. Negara, Km 55, Desa Rintik Kecamatan Babulu (Kamera Analitik). Sebagai bagian dari wilayah yang lebih jauh, kamera analitik di sini memastikan pengawasan tetap optimal meskipun tanpa kehadiran petugas secara fisik.
Polres PPU juga melengkapi sistem pengawasan dengan CCTV Monitoring. Jenis kamera ini berfungsi untuk memantau situasi secara real-time oleh petugas di ruang kontrol.
Meskipun tidak memiliki fitur analisis sekompleks kamera analitik, fungsinya sangat penting untuk memantau kondisi lalu lintas, keramaian, atau kejadian mendadak yang memerlukan respons cepat.
Titik-titik pemasangannya dipilih di area-area dengan mobilitas tinggi. Yaitu, Jl. Negara, Km 01, Pos PKJR Penajam; Jl. Negara, Km 05, Kelompok Usaha Tani Masjid Al Ula Nenang, Kecamatan Penajam; Jl. Negara, Km 13, Lawelawe, Kecamatan Penajam; dan Simpang Trunen/IKN Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.
Dijelaskannya pula, bahwa dengan kombinasi ketiga teknologi ini, yaitu ETLE untuk penegakan hukum lalu lintas yang efektif, CCTV Analitik untuk deteksi ancaman yang lebih cerdas dan proaktif, serta CCTV Monitoring untuk pengawasan situasi secara menyeluruh, Polres PPU menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.
Langkah ini sejalan dengan visi modernisasi kepolisian, di mana teknologi menjadi alat utama untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat. ***
Editor : Dwi Puspitarini